Dua Unjuk Rasa ‘Panaskan’ Sidang Gugatan Pabrik Semen di PTUN

Aksi unjuk rasa mewarnai sidang gugatan pendirian pabrik semen di depan gedung PTUN Semarang, Kamis (2/4). Foto: metrosemarang.com/sunu wibiakso
Aksi unjuk rasa mewarnai sidang gugatan pendirian pabrik semen di depan gedung PTUN Semarang, Kamis (2/4). Foto: metrosemarang.com/sunu wibiakso

SEMARANG – Aksi unjuk rasa memanaskan sidang gugatan terhadap izin penambangan PT Semen Indonesia di Rembang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (2/4). Dua kubu yang pro maupun kontra pabrik semen sama-sama menggelar aksi selama persidangan berlangsung.

Dari kubu yang menolak diwakili Aliansi Masyarakat bersama Mahasiswa Peduli Rembang melalui Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta agar izin penambangan PT Semen Indonesia dicabut. “Semua alat berat yang ada di tapak pabrik juga harus ditarik,” tegas Koordinator Lapangan, Sumarno.

Sementara, kubu yang mendukung pabrik semen berharap majelis hakim bisa memutuskan setelah melihat kasus itu secara menyeluruh. Ratusan orang ini sudah tiba di PTUN Semarang sejak pagi. Mereka juga membentangkan spanduk di depan gedung PTUN Jalan Abdulrahman Saleh. Puluhan polisi bersiaga di sekitar lokasi.

Agenda sidang hari ini berisi penyampaian kesimpulan antara penggugat dan tergugat. Sedangkan kuasa hukum PT Semen Indonesia, Handarbeni Imam mengatakan gugatan dari penggugat sudah kadaluarsa, seharusnya diajukan 90 hari setelah izin keluar pada tanggal 7 Juni 2012 yaitu SK Gubernur Jateng Nomor 660.1/17/2012.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melalui Munhur Satyaharprabu menggugat izin penambangan PT. Semen Indonesia di Rembang. Penerbitan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai tak sesuai dengan prosedur yang berlaku, lantaran proses penerbitan tak melibatkan masyarakat dan berlangsung tertutup.  (snu)

You might also like

Comments are closed.