Dualisme di Golkar Pusat, Ini Tanggapan Agung Priyambodo

Agung Priyambodo Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Agung Priyambodo
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Dualisme kepemimpinan Partai Golongan Karya (Golkar) yang terjadi di tingkat pusat, tidak mempengaruhi aktivitas politik Golkar di tingkat Kota. Hal itu disampaikan Ketua DPC Golkar Kota Semarang, Agung Priyambodo saat ditemui di kantor koalisi Tugu Muda, Jalan Veteran, Semarang pada Kamis (7/5) sore.

“Kami tidak mau ikut campur urusan di atas. Biar mereka yang menyelesaikannya. Untuk saat ini kami melakukan apa yang mestinya dilakukan,” kata Agung.

Sengketa kepemimpinan tersebut kabarnya akan berpengaruh pada Pilkada. Namun Agung tetap memilih melakukan apa yang dia lakukan sekarang. “Partai lain pun menghormati Golkar jika ada kader Golkar yang ingin maju di Pilwakot,” tambahnya.

Ditanya mengenai condong ke kubu mana, Agung mengatakan, di level kota Semarang tidak memihak salah satu, melainkan mengacu kepada dua tokoh tersebut. Menurutnya, mereka merupakan orang penting dan dihormati di Golkar.

Partai berlambang pohon beringin itu terbelah menjadi dua kubu, setelah Menteri Hukum dan HAM mengesahkan hasil Munas Ancol dengan Ketua Umum Agung Laksono. Sedangkan di kubu seberang ada Aburizal Bakrie yang merupakan Ketua Umum hasil Munas Bali. (ade)

You might also like

Comments are closed.