Duh, Warga Belum Tahu Arti Filosofi Warak Ngendog

Warak Ngendog menggambarkan karakteristik orang Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Warak Ngendog menggambarkan karakteristik orang Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Patung Warak Ngendog yang sekarang berdiri di Taman Pandanaran, Semarang merupakan salah satu spot foto yang digemari warga Semarang saat ini. Seperti yang dilakukan rombongan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang kebetulan sedang menikmati sore di Taman Pandanaran.

Selain bersosialisasi, beberapa orang juga berfoto selfie di dengan latar belakang Patung Warak Ngendog. “Ini ikon Kota Semarang, belum afdhol kalau ke Semarang tapi belum berfoto di sini,” kata salah satu personel rombongan, Dhimas Aditya, Selasa (7/4) sore.

Ditanya mengenai makna patung Warak, Dhimas menggelengkan kepala. Dia mengaku tidak tahu arti dan latar filosofis ikon Kota Semarang tersebut. “Biasanya Warak diarak ketika Dugderan (kirab sebelum puasa). Kalau arti secara mendalamnya saya tidak tahu,” kata dia.

Dhimas mengatakan, ketika Patung Warak ini memang akan benar diganti dengan yang baru, dia menyarankan agar di Taman Pandanaran diberi keterangan atau semacam prasasti tulisan makna dan histori patung tersebut agar warga tahu secara detil mengenai maknanya. (ade)

You might also like

Comments are closed.