Dukung Ronny, Bawaslu Minta Fadli Zon Cabut Laporan

image
Ronny Maryanto. Foto: Metro Semarang/MS-08

SEMARANG – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Teguh Purnomo, meminta Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mencabut laporannya ke Mabes Polri. Menurutnya, Fadli Zon tidak seharusnya melaporkan aktifis antikorupsi Ronny Maryanto dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya menyayangkan laporan itu. Tidak seharusnya warga negara yang berniat baik membantu negara malah dipolisikan. Laporan itu harus dicabut,” katanya, Jumat (7/11).

Menurut Teguh, Fadli harus memahami bahwa kasus hukum pada Ronny ini akan berdampak luas. Publik akan malas atau malah takut terlibat dalam pengawasan pemilu.

“Proses hukum ini akan menakuti masyarakat dalam pemilu. Ingat, di Jateng tahun depan ada 17 pemilihan kepala daerah,” katanya.

Kasus bermula saat Fadli Zon kampanye Pilpres di Pasar Bulu Kota Semarang, 2 Juli lalu. Saat itu ia terlihat membagi-bagikan uang kepada warga. Ketua Komisi Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme Jateng Ronny Maryanto pun melaporkannya ke Panwaslu Kota Semarang atas dugaan money politic.

Namun Fadli Zon tak terima dan melaporkan empat orang ke Mabes Polri. Selain Ronny Maryanto, terlapor lain ialah jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga, editor Tribunnewss Hasanudin Acu, dan Direktur Tribunnews Herman Darmo.

Atas laporan tersebut, sejauh ini baru Ronny Maryanto yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan tiga lainnya diperiksa sebagai saksi.

Teguh melanjutkan, Bawaslu Jateng sudah pernah dimintai keterangan terkait kasus ini. Jika nanti kasus berlanjut ke pengadilan, Teguh menjamin bahwa Bawaslu akan bersaksi untuk meringankan Ronny. “Ronny adalah warga negara yang ingin berpartisipasi mengawasi jalannya pemilu, harusnya dilindungi,” tegasnya. (MS-08)

You might also like

Comments are closed.