Dukungan Spesial untuk PSIS dari Atas Kursi Roda

SEPAKBOLA adalah bahasa universal. Tak ada sekat untuk sekadar memberikan dukungan, tanpa harus berteriak atau mengepalkan tinju ke udara.

Mochammad Sehat di antara penggawa PSIS. Foto: metrosemarang.com

Perkenalkan, namanya Mochammad Sehat. Remaja asal Prembaen Selatan, Kelurahan Kembangsari, Semarang Tengah itu menjadi tamu spesial bagi penggawa PSIS saat menjalani latihan rutin di Lapangan Terang Bangsa, Selasa (3/4) pagi.

Sehat hanyalah satu dari ribuan fans PSIS yang musim ini promosi ke Liga 1, setelah hampir satu dekade berkutat di kompetisi kasta kedua. Dia datang ditemani ayahnya, Sumarsono (53) untuk membantunya berjalan dengan kursi roda.

Ya, Mochammad Sehat terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Namun, di tengah keterbatasan fisiknya, remaja 15 tahun itu tetap menyimpan kebanggaan terhadap PSIS Semarang.

Sumarsono berkisah, anak kedua dari pernikahannya dengan Sulastri tersebut sudah hampir empat tahun belakangan ini menjadi fans setia Mahesa Jenar. “Kebetulan di gang rumah saya biasa dipakai kumpul anak-anak Panser Pallstina (salah satu kelompok suporter PSIS). Dia juga sering minta dibelikan kaos PSIS bikinan mereka,” kata Sumarsono.

Lambat laun, kecintaan Sehat terhadap klub berlogo Tugu Muda makin menjadi. Setiap kali PSIS main di Semarang, dia nyaris tak pernah melewatkan untuk datang langsung ke stadion maupun menonton di televisi.

“Saya yang biasa mengantar. Sebenarnya agak repot juga karena saya harus menggendong dia agar bisa sampai tribun. Mau bagaimana lagi, yang penting anak saya senang,” beber pria yang berprofesi sebagai juru parkir Sate Kambing Pak Amat di Jalan MH Thamrin.

Saat home base PSIS pindah ke Magelang, Sumarsono pun rela memboyong anak kesayangannya ke Kota Gethuk. “Selama ini memang saya yang mengurus Sehat karena ibunya juga sakit-sakitan kena radang paru. Meskipun bicaranya kurang lancar, dia tahu nama pemain-pemain PSIS,” kata Sumarsono sembari menambahkan jika anaknya adalah penggemar Hari Nur Yulianto.

Sehat bersama sang idola, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva dan Vincenzo Alberto Annese. Foto: metrosemarang.com

Keinginan Sehat bertemu sang idola akhirnya benar-benar terwujud. Bukan hanya Hari Nur, dia juga berkesempatan berinteraksi dengan bintang-bintang PSIS lainnya, termasuk CEO Yoyok Sukawi dan petinggi klub.

Kaos biru PSIS yang sudah dia siapkan langsung dipenuhi tanda tangan penggawa Mahesa Jenar. Allenatore Vincenzo Alberto Annese dan striker asal Brasil, Bruno Silva juga tak mau ketinggalan untuk menorehkan kenang-kenangan buat fans istimewa.

Kehadiran Sehat memberi spirit baru bagi Haudi Abdillah dkk yang saat ini masih berkutat di papan bawah klasemen. Melalui akun Instagram pribadinya, @hny_22, Hari Nur juga langsung memposting foto Sehat di atas kursi roda dengan tulisan “Respect”.

Sehat sudah mewakili bahwa PSIS bisa dicintai semua lapisan masyarakat. Seperti namanya, Sehat pun pasti berdoa agar PSIS selalu sehat dan tak sekadar numpang lewat di kompetisi kasta tertinggi. (twy)

You might also like

Comments are closed.