E-Commerce Ladang Usaha Tak Terbatas Tempat dan Waktu

METROSEMARANG.COM – Tingkatkan pemahaman tentang peran e-commerence dalam mengembangkan industri kreatif di Indonesia, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) gelar seminar nasional. Bertajuk “Peran e-commerce dalam Pertumbuhan Industri Kreatif Di Indonesia”, seminar diisi oleh dua pemateri yakni Mujib Burrokhman perwakilan dari Comunity Management Bukalapak dan Naneth Ekopriyono sebagai praktisi media.

Seminar e-commerce di Fakultas Kedokteran USM, Rabu (17/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Ketua Pelaksana, Fajriannoor Fanani mengatakan, proses perdagangan saat ini harus peka terhadap kemajuan teknologi. Gaya bisnis baru mulai berkembang dengan mudahnya akses internet. “Dimana proses jual beli tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan dapat dilakukan secara online melalui e-commerce karena lebih cepat dan praktis,” ujar Fajri, Rabu (17/5).

Selain itu, perkembangan e-commerce di Indonesia dirasa sangat pesat dengan munculnya berbagai lapak online. Bahkan Indonesia termasuk salah satu negara yang perkembangan perdagangan elektroniknya terpesat di dunia.

“Di Bukalapak saja, dalam sehari ada sekitar 4 juta pengunjung, dan sekitar 75 ribu transaksi dalam sehari,” ujar Mujib saat mengisi materi. Hal tersebut membuktikan bahwa perkembangan perdagangan elektronik di Indonesia semakin hari semakin berkembang pesat.

Ditambah lagi, dari sekitar 257 juta penduduk Indonesia, pengguna internetnya sudah mencapai 41,2% dari jumlah tersebut. Sehingga selain menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, e-commerce dirasa lebih efisien dalam melakukan usaha dagang.

“Untuk memulai usaha dengan adanya e-commerce juga tidak perlu membutuhkan biaya yang besar, proses transaksinya juga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja,” tambah Mujib.

Selain itu, Mujib juga mengajak para peserta untuk mulai melakukan usaha melalui e-commerce. Ia juga mengatakan, untuk memulainya tak membutuhkan modal besar, hanya dibutuhkan semangat dan mental.

“Intinya kalau mau buka usaha nggak usah kebanyakan mikir ini itu, yang penting dimulai dulu,” bebernya.

Sementara itu, salah satu peserta seminar Dian Ade mengaku tertarik dengan materi yang disampaikan oleh para pemateri. Menurutnya materi yang disampaikan bisa memberinya semangat untuk memulai sebuah usaha melalui e-commerce.

“Ya bagus Mas, karena sekarang eranya digital, dan sebagian besar warga Indonesia telah memegang Smartphone yang bisa untuk mengakses internet. Dengan begitu perdagangan elektronik sepertinya sangat menjanjikan,” ujar Ade. (fen)

You might also like

Comments are closed.