Edarkan Pil Koplo, Dua Saudara Ipar Diringkus di Tembalang

Dua pengedar pil koplo di Semarang. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya
Dua pengedar pil koplo di Semarang. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Boedi Ariyanto (37), warga Jalan Rogojembangan Timur, RT 03 RW 05, Tandang,Tembalang, Semarang, hanya bisa pasrah saat diringkus oleh aparat Polsek Tembalang pada Sabtu (29/11) lalu karena terbukti mengedarkan ribuan obat golongan G tanpa ijin.

Ia ditangkap di rumahnya bersama satu pelaku lain, Supeni (44), warga Kampung Rogojembangan, RT 04 RW 05, Tandang, Tembalang, Semarang, yang tidak lain adalah kakak iparnya.

Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1913 obat jenis Eximer atau Merci warna kuning, 900 butir obat jenis Double L warna putih dalam kemasan plastik, serta uang tunai hasil penjualan senilai Rp. 1.164.000.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Tersangka langsung kami ringkus karena terbukti menjual obat itu tanpa izin dan resep dokter,” kata Kapolsek Tembalang, AKP Priyo Utomo, melalui Wakapolsek, AKP Pujo Irianto, dalam gelar perkara di Mapolsek Tembalang, Rabu (3/12) siang.

Kepada wartawan, Boedi mengaku membeli obat golongan G jenis Eximer atau Merci dan double L dari seseorang yang masih DPO,  kemudian mengemasnya dalam plastik klip kecil berisi 10 butir tiap bungkusnya dan dijual dengan harga Rp. 15 ribu. Dalam sehari, kedua tersangka dapat menjual sekitar 20 paket.

“Belinya Rp. 600 ribu per 1000 butir. Jualnya langsung ke pembeli. Sebelumnya pesan dulu lewat telepon atau sms. Rata-rata pembelinya pengamen dan kuli bangunan. Untungnya Rp. 7 ribu per kemasan,” akunya.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 196 dan pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman sepuluh tahun penjara serta denda Rp. 1 miliar. (Yas)

You might also like

Comments are closed.