Edarkan Ribuan Obat Ilegal, Oknum PNS Dicokok Polisi

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Liliek Darmanto menunjukkan barang bukti obat-obatan ilegal yang disita dari oknum PNS di Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Liliek Darmanto menunjukkan barang bukti obat-obatan ilegal yang disita dari oknum PNS di Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil menyita 1.515 buah obat ilegal. Obat-obatan yang sebagian besar di dominasi obat kecantikan tersebut disita dari seorang oknum PNS di Semarang berinisial YHU (31).

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Banteng Raya Semarang tersebut sudah menjalankan praktik illegal ini sejak dua tahun silam. Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Djoko Purbohadijoyo mengatakan, YHU menjalankan bisnis tersebut secara online. “Dari keterangan pelaku, obat-obatan tersebut diperoleh melalui situs jual beli online,” kata Djoko kepada wartawan, Sabtu (11/10).

Terungkapnya kasus peredaran obat-obat illegal tersebut berdasarkan adanya laporan pada tanggal 7 Oktober lalu. Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Djoko, pelaku diketahui juga membuka praktik konsultasi kecantikan di Jalan Pekunden Semarang. “Obat-obatan yang disimpan di rumah kosnya itu sebagian besar buatan luar negeri, seperti Vietnam, Tiongkok dan Italia,” imbuh dia.

Barang bukti yang berhasil disita yakni obat-obatan impor berbagai merek seperti, Bianco, Glutax, Derma C, Tatinoil, dan Collagen Forte. “Total 1.515 buah obat-obatan yang kami amankan. Ada juga tujuh kardus obat yang siap dikirim,” ujarnya.

Dalam kasus ini, pelaku bakal dijerat pasal 197 juncto pasal 106 ayat 1 UU RI No. 36 tentang kesehatan dan pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Meski belum dilakukan penahanan, saat ini pelaku masih terus menjalani pemeriksaan,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Polisi A Liliek Darmanto.

You might also like

Comments are closed.