Ekonomi Nasional Goyah, 3 Industri di Jateng Rawan Kolaps

Ilustrasi
Ilustrasi

 

METROSEMARANG.COM – Tiga industri di Jawa Tengah rentan terkena dampak pelemahan rupiah terhadap nilai tukar dolar. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi mengatakan ketiga industri yang rawan goyah akibat pelemahan rupiah antara lain industri baja, plastik dan garmen. Sebab, di tiga pabrik itu terdapat kegiatan jual beli barang yang berorientasikan pasar ekspor dan impor.

“Dan rata-rata di tiga sektor industri itu punya banyak karyawan. Jumlahnya rata-rata mencapai 500-600 jiwa,” kata Frans saat berbincang dengan metrosemarang.com, Senin (21/9).

Pabrik baja misalnya, kata dia, rawan goyah karena pangsa pasarnya kebanyakan ke luar negeri. Pabrik plastik dan garmen pun kondisinya tak jauh berbeda. Padahal, mereka dikenal mampu menopang perekonomian nasional.

Lebih jauh, Frans memaparkan goncangan ekonomi nasional benar-benar memberatkan pengusaha di 35 kabupaten/kota di Jateng. “Kondisinya relatif berat sekarang,” keluhnya. Karena itulah, ia meminta kepada kepala daerah di 35 kabupaten/kota agar bersikap arif dalam menyikapi lesunya perekonomian nasional.

Frans lantas menyampaikan, seyogyanya pemangku daerah tiap tahun tidak melulu mengambil kebijakan yang memberatkan pengusaha, khususnya soal pengesahan kenaikan upah buruh. Frans pun meminta kepada pemerintah daerah agar menetapkan kenaikan upah buruh tak lebih dari angka 10 persen. Bila pemilik pabrik kolaps karena tak kuat menopang upah buruh diatas 10 persen, katanya, maka buruhlah yang merugi.

“Lebih baik sama-sama imbang dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.

Solusi lainnya, Frans berujar jika ada baiknya kalau perhitungan kenaikan upah buruh mengacu pada angka inflasi tiap daerah, ditambah lima komponen yang ditentukan pengusaha. Dengan begitu, pemilik pabrik tetap survive di tengah gejolak ekonomi yang tak menentu seperti saat ini. (far)

You might also like

Comments are closed.