Ekonomi Syariah Bukan Kekhususan Umat Islam

SEMARANG – Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengungkapkan ekonomi dan keuangan syariah bukanlah suatu konsep yang eksklusif dan hanya ditujukan untuk umat Islam. Sekarang ini ekonomi syariah merupakan konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian.

ekonomi syariah
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo didampingi jajaran pimpinan Bank Indonesia Kanwil Jawa Tengah mengunjungi stan pameran Festival Ekonomi Syariah di Grand Majesty Ballroom Semarang, Rabu (2/5). (foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

‘’Nilai-nilai ekonomi syariah ini menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah SWT. Kemudian, nilai-nilai ekonomi syariah ini diturunkan dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah,’’ ungkapnya saat membuka Festival Ekonomi Syariah di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (2/5).

Dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah, harta didorong agar dapat dimanfaatkan dalam aktivitas perekonomian untuk mencegah terjadinya penumpukan harta. Selain itu, kegiatan ekonomi juga dilakukan dengan mengoptimalkan prinsip berbagi hasil dan risiko, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik, menjunjung transaksi muamalah yang adil dan transparan, serta transaksi keuangan yang didasarkan pada transaksi di sektor riil.

Agus menjelaskan, perjalanan perekonomian Indonesia di tahun 2017 perlu disyukuri. Meskipun, menghadapi berbagai tantangan dari dampak kondisi perekonomian global, tapi ada kinerja yang baik dari pertumbuhan ekonomi hingga membaiknya kepercayaan asing kepada Indonesia.

‘’Dari hasil tersebut kami juga melihat ada peran penting yang dapat dimainkan oleh ekonomi dan keuangan syariah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Meskipun telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa waktu terakhir, potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi nasional kami pandang masih sangat besar,’’ kata Agus.

Hal ini antara lain, lanjut dia, terkait dengan upaya mengatasi permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan di masyarakat dengan memanfaatkan dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF). ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan yang lebih baik, sehingga dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan bangsa ini.

Sementara itu, sebagai wujud nyata dukungan penuh bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional, Bank Indonesia memberikan kontribusi aktifnya dengan menyusun blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berlandaskan pada tiga fokus strategi utama yaitu pilar pemberdayaan ekonomi syariah, pilar pendalaman pasar keuangan syariah, dan pilar riset, asesmen, serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah.

‘’Misalnya, pada pemberdayaan ekonomi syariah kami menitikberatkan pada pengembangan sektoral usaha syariah, melalui penguatan seluruh kelompok pelaku usaha syariah baik mikro, kecil, menengah, maupun besar, serta kalangan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan lainnya sebagai bagian dari ekosistem halal value chain (rantai nilai halal) baik pada skala lokal maupun gobal,’’ tandasnya. (ang)

You might also like

Comments are closed.