Eks Sri Ratu Ngotot Pesangon Dibayar Tunai

METROSEMARANG.COM – Mantan karyawan Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang menggelar aksi di depan Balai Kota Semarang, Selasa (3/4) siang. Mereka mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang untuk mengadu dan menuntut Sri Ratu membayarkan hak karyawan sesuai Undang-undang.

Eks karyawan Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang menggelar aksi di depan Balai Kota Semarang, Selasa (3/4) siang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Koordinator Lapangan Aksi, Karmanto menyebutkan, kesepakatan yang sudah disetujui oleh pihak Sri Ratu dan karyawan adalah dibayar kontan. Hal itu sudah menjadi hasil pertemuan di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Semarang beberapa waktu lalu.

“Kami sudah legawa jika pembayaran pesangon yang dilakukan tidak termasuk 15 persen, seusai Undang-undang melalui mediasi. Tetapi setelah kami sepakati, pihak Sri Ratu malah membuat keputusan sendiri dengan mengangsur pembayaran selama enam kali dalam enam bulan,” ungkapnya.

Jika ini dibiarkan, lanjut Karmanto, dia tidak yakin Sri Ratu akan memenuhi kewajibannya membayarkan hak karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka menuntu agar Sri Ratu membayarkan secara penuh pesangon yang seharusnya mereka terima agar masalah cepat selesai.

“Kami ingin segera mendapatkan uang pesangon karena untuk menyambung hidup. Mungkin bisa untuk modal usaha karena tidak lagi bekerja,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Desember 2017 sebanyak 286 karyawan Sri Rati terkena PHK. Sebanyak 65 karyawan merasa pembayaran pesangon secara dicicil tidak adil. Sementara 221 karyawan lainnya menerima kesepakatan pembayaran pesangon dengan sistem cicil. (ade)

You might also like

Comments are closed.