Elpiji Melon Langka, Dewan Tegur Pertamina

Ilustrasi Foto: metrojateng.com/MJ-01
Ilustrasi
Foto: metrojateng.com/MJ-01

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melalui Ketua Komisi B, Mualim mengaku telah memanggil PT Pertamina, agen dan pangkalan elpiji serta warga di Kelurahan Bandarharjo. Hal itu berkaitan dengan langkanya elpiji 3 Kg (gas melon) di daerah tersebut.

Dari hasil pertemuan, menurut penuturan pihak Pertamina, tidak ada pengurangan jumlah pasokan elpiji 3 kg dari Pertamina ke agen maupun ke pangkalan. “Persoalan justru terjadi karena ada jumlah pasokan pada agen dan pangkalan yang dinilai tidak merata,” kata politisi partai Gerindra ini, Kamis (21/5).

Selain itu, ada penjual yang berjualan secara kelilingan. Padahal metode penjualan elpiji dengan cara tersebut tidak diperbolehkan. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Mualim meminta Pertamina untuk mengumpulkan para agen elpiji.

Mualim menambahkan, Pertamina seharusnya menyesuaikan distribusi elpiji sesuai tingkat kebutuhan di masyarakat. “Semakin banyak warga miskin yang membutuhkan, pasokan elpiji  bersubsidi ini seharusnya juga semakin banyak,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, warga di Kelurahan Bandarharjo kesulitan mendapatkan elpiji melon sejak awal April silam. Untuk mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut, mereka harus mencari hingga keluar wilayah. Harganya juga melonjak jadi Rp 20 ribu per tabung. (ade)

You might also like

Comments are closed.