Elsa Sesalkan Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kendal

METROSEMARANG.COM – Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) menyayangkan aksi perusakan masjid dan bangunan milik jemaah Ahmadiyah di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal, karena menganggap hal itu sama saja mengganggu hak beribadah tiap warga negara Indonesia.

Direktur Elsa, Yayan M Royani mengaku tim risetnya telah terjun ke lokasi kejadian pada Senin (23/5) kemarin untuk menggali data soal insiden tersebut.

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com

Dari penggalian data kemarin, ia prihatin atas apa yang telah menimpa warga Ahmadiyah di Kabupaten Kendal, karena hak beribadah mereka jelas terganggu atas perusakan masjid yang dilakukan massa setempat.

“Padahal dalam undang-undang, hak beribadah warga jelas terjamin dalam aturan dasar negara, serta aturan dasar lain yang merupakan hak setiap orang. Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun dilarang di negara ini. Dan negara harus menjamin penuh atas jaminan yang telah diberikan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima metrosemarang.com, Selasa (24/5).

Dalam persoalan ini, Yayan bilang, “Kami memandang perlu adanya kesepahaman bersama antara warga dan stake holder tentang akar permasalahan tempat ibadah oleh Ahmadiyah,” ujar Yayan.

Selain itu, perlu diingat pula bahwa izin mendirikan tempat ibadah telah dikantongi pengurus Ahmadiyah Kendal sejak 2004 silam dan izin masjid milik mereka telah diperkuat dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang pendirian tempat ibadah.

Ia pun beranggapan jika adanya perusakan masjid, maka dirinya mendorong agar penanganan perkara ini diselesaikan lewat jalur hukum. Para pihak yang berkonflik sebaiknya menghormati segala upaya hukum yang berjalan, serta tidak melakukan tindakan anarkis.

“Untuk langkah antisipasi, kami mendorong agar dilakukan MoU ulang bersama, antara pihak Ahmadiah, pemerintah dengan warga setempat secara sukarela dan tanpa intimidasi,” sambungnya.

“Semua harus kembali kepada dasar hukum yang berlaku serta menunjung tinggi asas permusyawaratan,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.