Empat Ogoh-ogoh Raksasa Semarakkan Festival Seni Budaya Lintas Agama

METROSEMARANG.COM – Ribuan pasang mata tertuju pada empat ogoh-ogoh raksasa yang diarak dari Titik Nol Kilometer menuju Balai Kota Semarang, Minggu (2/4). Keempatnya yakni Kalika Maya, Narasimha, Sang Hyang Gana, dan Rarung merupakan penggambaran sifat keangkaramurkaan di dunia yang harus dimusnahkan.

Pawai Ogoh-ogoh di Jalan Pemuda, Minggu (2/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Dibuka dengan tarian sambutan khas Semarangan, pawai dilepas secara simbolia oleh Wakil Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Menurutnya ritual budaya ini bukan hanya milik umat Hindu di Semarang.

“Maka bisa dikatakan keindahan sebenarnya bahwa kegiatan ini bukan hanya karnaval seninya tapi justru pada sedulur-sedulur yang telah hadir di sini turut mendukung pawai ogoh-ogoh agar berjalan dengan lancar,” ujarnya dalam sambutan mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Agenda rutin tahunan yang sudah lima kali digelar ini memang berjalan sangat meriah. Lebih dari lima ribu orang memadati sepanjang Jalan Pemuda Semarang.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana mengatakan ada tiga tujuan dalam pawai budaya lintas agama ini. “Yang pertama yaitu untuk menjalin kerukunan antar umat beragama, kemudian kedua untuk memantik para seniman yang ada di Kota Semarang ini sehingga akan lahir kesenian-kesenian baru, kemudian yang ketiga untuk mendukung pariwisata yang ada di Semarang,” ujarnya.

Tak hanya ogoh-ogoh raksaksa yang ada dalam pawai lintas budaya ini, ogoh-ogoh mini yang diarak oleh peserta anak-anak. Selain itu sebanyak 38 kelompok lintas budaya lintas agama dari berbagai daerah seperti Yogyakarta dan Kendal juga turut memeriahkan acara ini. (fen)

You might also like

Comments are closed.