Empat Rumah di Kalialang Rusak Parah Diterjang Longsor

METROSEMARANG.COM – Empat rumah di RT 1 RW 7, Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi pada Minggu (18/2) siang. Tak hanya itu, sebuah tempat penyimpanan barang rongsok juga tertimbun longsoran tanah.

Longsor yang melanda Kalialang Gunungpati, mengakibatkan empat rumah rusak. Foto: metrosemarang.com/efendi

Rumini (33), penghuni salah satu rumah yang melngalami kerusakan mengatakan, awalnya ada suara seperti patahan kayu sebelum akhirnya teras rumahnya terbawa longsor.

“Awalnya tu ada suara ‘kretek-kretek’ gitu Mas, terus langsung mlorot gitu aja. Mlorotnya kemarin siang sekitar jam 12.00. Itu yang ketimbun di depan itu tempat rongsok milik saya, ini juga untung hanya depan nggak sampe dalam rumah yang longsor,” ujar Rumini saat ditemui di rumahmya, Senin (19/2) siang.

Meski begitu, rumah miliknya mengalami keretakan di beberapa titik. Hal tersebut juga membuat Rumini bersama keluarga merasa was-was ketika hujan tiba. Bahkan ketika hujan datang, ia bersama keluarganya harus mengungsi ke rumah tetangga untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Selain dia, Meinarni (49) juga menjadi korban dari peristiwa tersebut mengaku teras rumahnya sudah dua kali mengalami longsor. Longsor pertama terjadi pada Februari 2017 lalu.

“Ini rumahnya juga sudah dimundurin Mas, dulu mepet banget sama yang longsor,” ujar Meinarni.

Untuk menghindari terjadinya longsor kembali, Meinarni mendirikan talud dengan membuat tatanan bambu di depan rumahnya. Bambu-bambu tersebut ditata hingga membentuk seperti halaman rumah. Di bagian bawah terdapat tumpukan bambu yang ditata sebagai penyangga dan juga sebagai talud untuk menahan tanah agar tidak melorot.

“Ini yang nata suami saya, dia nyari-nyari bambu sendiri. Ini kalau nggak ada bambu-bambu mungkin rumahnya sekarang juga sudah roboh,” tukas Meinarni.

Kini beberapa warga setempat terlihat bahu-membahu membersihkan dan menyisihkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Warga yang menjadi korban masih berharap mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban mereka. Mereka berharap bantuan untuk memperbaiki rumah agar bisa dihuni dengan nyaman.

“Saya itu kan memang orang tidak punya, jadi kami minta bantuan dari pemerintah, minta solusinya bagaimana. Mbok ya diperhatikan sedikit saja gitu,” pungkas Meinarni. (fen)

You might also like

Comments are closed.