Enam TKI Jateng Terancam Hukuman Mati

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati di luar negeri berjumlah 279 orang. Enam diantaranya merupakan warga Jawa Tengah.

Kini pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara setempat sedang aktif melobi untuk membebaskan atau meringankan hukuman para TKI tersebut. Untuk TKI yang terlibat kasus pembunuhan, cara pendekatannya melalui keluarga korban. Sedangkan untuk kasus narkoba, KBRI aktif melakukan pendampingan dan pembelaan di persidangan.

“Lobi informal pada keluarga menjadi kunci pembebasan dari hukuman mati. Utamanya di Saudi Arabia yang saat ini ada 36 TKI yang terancam hukuman mati,” kata Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Guntur Witjaksono di sela-sela acara rakor penempatan dan perlindungan TKI di Hotel Kesambi Kota Semarang, Jumat (17/4).

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subianto menjelaskan, [tweetable]dari 279 TKI yang terancam hukuman mati, mayoritas terlibat kasus narkoba.[/tweetable] “Kebanyakan mereka jadi kurir narkoba, kasus terbanyak kedua pembunuhan,” ujarnya.

TKI bermasalah ini rata-rata tercatat berasal dari sektor informal yakni pembantu rumah tangga (PRT). Mereka diketahui banyak yang sudah bermasalah sejak proses perekrutan yang tidak sesuai aturan. Misalnya kelengkapan dokumen, penyuluhan, seleksi, pemeriksaan kesehatan hingga pelatihan untuk memastikan kompetensi sesuai permintaan.

“Kelemahan paling banyak di kompetensi, seperti keterampilan kerja, pengetahuan budaya, bahasa dan kemampuan adaptasi, harus ditingkatkan,” katanya.

Namun jumlah TKI nonformal dikatakannya sudah menurun. Hanya 42 persen dari total jumlah TKI 429 ribu. Sejalan dengan itu jumlah [tweetable]TKI profesional seperti perawat atau tenaga kerja di pengeboran minyak semakin meningkat setiap tahun.[/tweetable] “Kebijakan pemerintah nanti pada 2017 harus zero TKI PRT,” katanya.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertransduk Jateng Ahmad Aziz mengatakan pada [tweetable]awal tahun ini jumlah TKI Jateng yang terancam hukuman mati ada delapan. Namun sekarang tinggal enam[/tweetable] setelah Karni asal Brebes dieksekusi dan Satinah dari Kabupaten Semarang sudah terbebas dari hukuman.(byo)

You might also like

Comments are closed.