Energen Kampanyekan ‘Pentingnya Sarapan Sebelum 09.00’

Peserta Kampanye Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum 09.00 di Stadion Diponegoro, Minggu (29/11) pagi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Peserta Kampanye Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum 09.00 di Stadion Diponegoro, Minggu (29/11) pagi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Energen bekerja sama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia mengkampanyekan ‘Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum 09.00’ di Stadion Diponegoro Semarang itu dihadiri setidaknya ribuan peserta.

Pengurus Pergizi Pangan Jawa Tengah, Agus Sartono, menyebutkan tujuh dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang memengaruhi kemampuan menangkap pelajaran dan aktivitas fisik. Kondisi di Jateng, kata dia, sebenarnya sudah lebih baik, yakni empat dari 10 anak, namun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sarapan sehat sebelum pukul 09.00 harus terus digalakkan.

“Kebanyakan orang tua sekarang kan sibuk, anak-anak juga sibuk, tidak sempat sarapan. Akhirnya, memilih sarapan cepat, seperti mengonsumi mi instan tanpa dilengkapi lauk pauk yang bergizi,” katanya.

Jika kebiasaan sarapan kurang bergizi atau tidak sarapan itu tidak segera dibenahi, kata Agus, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh.

Sementara itu, Assistant Brand Manager Energen, Melatie Emmanuelle, menjelaskan saat tidur metabolisme tubuh tetap bekerja, sementara asupan energi berkurang. Sebelum beraktivitas, butuh sarapan terlebih dulu.

Dia mengatakan sarapan saja juga tidak cukup jika makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi menyehatkan yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

“Kami ingin semakin banyak keluarga membiasakan sarapan yang menyehatkan, seperti Energen yang memiliki kandungan yang mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti susu, telur, sereal, dan ‘sigmafit’,” katanya. (ade)

Comments are closed.