Enos J Raharja: Hidupkan Perguruan Wing Chun di Semarang

image
Enos J Raharja. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

AWALNYA Enos Jonathan Raharja tidak begitu suka pada bela diri. Menurut dia, bela diri selalu identik dengan kekerasan. Selain itu, latihan bela diri dirasa membuat badan pemuda kelahiran Semarang, 11 Mei 1988 merasa lelah dan berisiko cedera.

Namun pada 2010 lalu, dia dikenalkan temannya untuk belajar Wing Chun, bela diri yang mulai populer setelah muncul film dari Negeri Tirai Bambu berkarakter Ip Man. Dia langsung tertarik lantaran gerakan Wing Chun yang lebih identik dengan gerakan tarian. Akhirnya dia memutuskan untuk lebih memperdalam ilmu bela diri Wing Chun.

“Tujuannya adalah agar saya nantinya bisa melindungi diri dan orang yang saya sayangi ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, saya nantinya ingin mengajari anak saya bela diri langsung dari saya agar dia bisa terhindar dari bahaya,” terang pemuda asli Semarang ini.

Setelah dirasa cukup menimba ilmu dari Kelapa Gading, Jakarta, Enos lantas pindah ke Bali untuk belajar Wing Chun. Selang tiga bulan, dia kembali ke Semarang dan memutuskan mendirikan komunitas pegiat Wing Chun.

Niat Enos tidak langsung berjalan mulus, beberapa bulan pertama dia membentuk grup melalui facebook, tidak ada satupun yang merespons ajakannya. Namun lambat laun, peminat berdatangan dan komunitasnya menjadi ramai.

Setelah itu, dia mengikuti seminar dan pergi ke Hongkong untuk menimba ilmu di sana. “Ilmu yang saya dapat kemudian saya share ke teman-teman yang ada di Semarang,” kata dia.

Tidak hanya Semarang, Enos mulai membuka jalan pada peminat Wing Chun di kota lain, seperti Jogja, Solo, Kudus, Jepara dan lain-lain untuk mendirikan komunitas. Barulah pada awal 2014, komunitas Wing Chun di Semarang diubah menjadi Perguruan Semarang Ip Man Ving Tsun Martial Art Academy. (ade)

You might also like

Comments are closed.