Eskalator di Pasar Bulu Mulai Diujcoba

Dinas Pasar mulai mengoperasikan eskalator Pasar Bulu. Foto !etrosemarang/Ade Lukmono
Dinas Pasar mulai mengoperasikan eskalator Pasar Bulu. Foto !etrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Setelah dikritik dewan, Dinas Pasar Kota Semarang akhirnya mulai memperbaiki sejumlah fasilitas di Pasar Bulu. Lampu listrik dan eskalator Jumat (19/12) terlihat sudah mulai bisa menyala dan beroperasi.

Eskalator atau tangga berjalan dari lantai I ke lantai 2 dan lantai 2 ke lantai 3 semua sudah bergerak. Masing-masing terdapat sepasang eskalator, turun dan naik, sehingga total ada 4 eskalator.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengatakan, pengoperasian eskalator tersebut untuk uji coba. Tangga penghubung antar lantai tersebut baru saja selesai dipasang. Oleh karena itu perlu diuji coba untuk memastikan bisa berfungsi nomal.

Dari uji coba diketahui penggunaan eskalator tersebut perlu dievaluasi. Sebab, penggunaan eskalator pada pasar tradisional semi modern akan berbeda dengan di swalayan atau pusat perbelanjaan modern.

Di Pasar Bulu selain 4 eskalator juga ada satu lift, yang akan dipasang tahun 2015 mendatang. Keberadaan eskalator dan lift itu diakui akan memudahkan pedagang atau pengunjung pasar.  Tapi, untuk mengoperasikan satu eskalator saja membutuhkan tenaga listrik sampai 5.500 watt.

‘’Sedangkan di Pasar Bulu ada 4 eskalator, berarti setiap kali untuk menggerakan eskalator secara bersamaan butuh tenaga listrik 22.000 watt, belum ditambah satu lif yang juga menyerap tenaga listrik cukup besar,’’ kata Trijoto.

Hal itu juga belum ditambah, berapa lama eskalator dan lift bergerak untuk melayani pengunjung naik turun. ‘’Kita memang baru memperkirakan, tapi hampir dipastikan pengeluaran biaya operasionalnya cukup besar, karena itu untuk menghemat, maka nanti perlu dilakukan evaluasi,’’ jelasnya.

Dia tidak menyebutkan anggaran yang tersedia untuk operasional nanti. Namun, kata dia, pihaknya mengajukan anggaran biaya fasilitas umum Pasar Bulu sesuai kebutuhan. Sehingga untuk penggunaan fasilitas umum seperti lampu-lampu serta eskalator, pihaknya tetap berupaya melakukan penghematan, dengan melakukan evaluasi.

‘’Kami nanti akan mengkaji, kapan eskalator difungsikan dan kapan tidak perlu dimanfaatkan, sehingga bisa dilakukan penghematan biaya untuk membayar rekening listriknya,’’ tegasnya.(MS-13)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.