Etty Soelistyowati, Rela Digaji Rp 64 Ribu

Etty Soelistyowati  Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Etty Soelistyowati
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Menjalani profesi sebagai pengajar sudah dilakukan Etty Soelistyowati selama 27 tahun. Namun diakuinya, menjadi seorang pengajar selama itu tidak menimbulkan kebosanan bagi dia.

Menurut Etty, profesi sebagai pengajar bukan profesi sebagai lahan memperkaya diri, melainkan panggilan untuk mengabdi. “Saya dulu pernah dibayar Rp 64.000 pada 1989. Tetapi karena panggilan mengabdi, saya mampu menjalaninya,” tutur dosen yang konsentrasi di ilmu kebijakan publik, Universitas Negeri Semarang tersebut, Selasa (17/11).

Karena merupakan panggilan jiwa, dia seringkali merasa kesepian jika tidak mengajar selama beberapa waktu saja. Dia merasa rindu dengan anak didiknya jika sedang memasuki masa liburan.

Pada awalnya, Etty sebenarnya ingin menjadi guru TK. Semakin bertambahnya usia, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang pengajar di perguruan tinggi.

Wanita yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unnes tersebut tetap bersikap profesional dalam mengajar. “Baru saja tadi saya mengajar satu mahasiswa S2. Karena itu tanggungjawab, saya tetap melakukannya,” kata dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.