Evakuasi Truk Tangki Pengangkut Bahan Kimia Mudah Terbakar Berlangsung Lebih dari 2 Jam

truk kimia
Petugas melakukan evakuasi truk tangki bernomor polisi H1958CW yang terperosok di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (19/4). (foto: metrosemarang.com/Efendi)

METROSEMARANG.COM – Sebuah truk tangki bernomor polisi H 1958 CW terperosok ke dalam sebuah jurang sedalam sekitar tiga meter di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Makodam IV Diponegoro, Banyumanik, Semarang. Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (18/4) sekira pukul 03.00, namun baru dilakukan evakuasi pada Kamis (19/4).

“Sebenaranya kami mau melakukan evakuasi kemarin, namun dari pemilik bilang bahwa evakuasi harus di dilakukan dengan prosedur tertentu dan jangan sembarangan, karena barang yang diangkut juga sangat rawan meledak,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu bermula saat sang sopir Mustaqim (42) hendak melakukan perjalanan menuju ke Surakarta. Namun rasa kantuk harus membuat truk yang ia kendarai terperosok ke jurang di kiri jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja sopir dan kernetya harus menjalani perawatan akibat luka ringan yang mereka alami di beberapa bagian tubuh.

Ardi juga mengatakan, truk tangki tersebut mengangkut bahan kimia cair CS2 (Karbon Disulfida) yang sangat rawan meledak. “Bahan kimia ini memang sangat rawan meledak, yang bisa dipicu oleh guncangan dan suhu, maksimal suhunya itu 90 derajat,” imbuh Ardi.

Baca Juga: Truk memuat Bahan Mudah Terbakar Terguling di Jalan Perintis Kemerdekaan

Proses evakuasi sendiri memakan waktu lebih dari dua jam. Evakuasi juga dilakukan oleh petugas gabungan dari Sat PJR Ditlantas Polda Jateng, Tim Gegana Unit Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) Polda Jateng, Satlantas Polrestabes Semarang, Dinas Pemadam Kebakaran, serta petugas PLN.

“Kami juga melibatkan pemadam kebakaran untuk menjaga tangki tetap dingin dengan menyemprot air dan dari petugas PLN karena truk tersebut terperosok tepat di bawah kabel listrik tegangan tinggi. Untuk evakuasinya kami menggunakan dua buah crane dengan kapasitas masing-masing 40 ton meskipun tangki tersebut hanya mengangkut 25 ton saja, namun supaya tidak terjadi guncangan dan tidak terjadi hal yang diinginkan,” kata Ardi.

Sementara dari pengakuan Mustaqim, ia memang mengalami kelelahan. Ia keluar dari Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 01.00 dini hari. Namun sesampai di lokasi kejadian ia mengantuk dan kaget ketika sadar di depan truk yang ia kendarai ada sebuah mobil berjalan pelan lantaran menurunkan gigi.

“Saya kaget kan makanya langsung saya buang ke kiri terus malah terperosok, terperosoknya pelan saat itu saya sadar. Memang saya maamnya belum sempat istirahat karena sama keluarga. Sebelum berangkat sebenarnya juga sudah dibilangin sama pihak transporter kalau capek istirahat gitu,” tukas Mustaqin.

Saat proses evakuasi memang sempat mengalami ketersendatan arus kendaraan. Jalan ditutup mulai sekitar pukul 12.30. Namun kendaraan dapat terurai setelah Satlantas Polrestabes Semarang berkoordinasi dengan Sat PJR untuk mengalihkan arus kendaraan roda empat masuk melalui jalur tol. Untuk kendaraan arah Semarang, Satlantas Polrestabes Semarang berkoordinasi dengan Satlantas Polres Semarang dengan melakukan penutupan mulai dari pertigaan Taman Unyil, Ungaran. (fen)

You might also like

Comments are closed.