Fadli Zon Menang Gugatan Pencemaran Nama Baik di PN Semarang

METROSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menang gugatan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Semarang. Sebab, majelis hakim setempat memutuskan hari ini, Kamis (10/3), untuk mengabulkan protes yang dilayangkan politikus Gerindra itu yang dituduh menebar money politic saat berkampanye Pilpres 2014 di Semarang.

Fadli Zon memberikan kesaksian atas kasus pencemaran nama baik di PN Semarang, Kamis (10/12/2015). Gugatan ini dimenangkan Fadli Zon dan berbuah hukuman percobaan 10 bulan kepada Ronny Maryanto. Foto: metrosemarang.com/dok
Fadli Zon memberikan kesaksian atas kasus pencemaran nama baik di PN Semarang, Kamis (10/12/2015). Gugatan ini dimenangkan Fadli Zon dan berbuah hukuman percobaan 10 bulan kepada Ronny Maryanto. Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Ahmad Dimyati menyatakan aktivis KP2KKN Ronny Maryanto terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, karena telah menuduh Fadli membagi-bagikan uang dalam kampanye Pilpres 2014 di Pasar Bulu.

“Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 310 ayat 1 KUHP,” kata Dimiyati di muka sidang.

Ia pun bilang bahwa terdakwa divonis hukuman penjara selama enam bulan akibat perbuatan tersebut. “Menyatakan terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa dengan pidana enam bulan penjara,” sambungnya.

Dimiyati lantas melanjutkan, perbuatan yang dilakukan terdakwa tergolong dalam tindak pidana pencemaran nama baik. Bahkan, tindakannya bisa disebut menyerang nama baik seseorang.

Dimiyati juga menyebut bila Fadli sebagai saksi dalam kasus tersebut merasa dipermalukan oleh terdakwa sehingga terpaksa melapor ke aparat penegak hukum.

Kasus yang dimenangkan Fadli Zon kali ini terbilang unik. Pasalnya, kasus ini juga menyeret nama seorang wartawan surat kabar lokal. Kasus tersebut bermula saat muncul sebuah berita yang berjudul ‘Bagi-bagi Uang, Fadli Zon Terancam Penjara’ di surat kabar lokal Semarang.

“Fadli merasa malu hingga mengajukan laporan, sehingga unsur kedua menyerang kehormatan terpenuhi,” tambah Dimyati.

Meski diputus bersalah di muka sidang, terdakwa ternyata tidak mendekam di penjara. Alasannya, terdakwa dinyatakan lolos jeratan primer yang tertuang dalam pasal 310 ayat 2. Ia hanya terjerat dakwaan alternatif tentang perbuatan fitnah, yaitu pasal 310 ayat 1.

Saat ini, terdakwa harus menjalani hukuman masa percobaan selama 10 bulan. “Menyatakan pidana tidak usah dijalani, kecuali atas alasan selama 10 bulan terakhir melakukan tindak pidana, atau dinyatakan oleh keputusan yang berkekuatan hukum tetap,” sambung Dimiyati.

Usai divonis bersalah, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengaku keberatan. Dalam waktu dekat, ia akan mengajukan banding atas putusan pengadilan. “Kami tidak bisa diterima yang mulia. Kami banding,” ujar kuasa hukum terdakwa, Mustain. (far)

You might also like

Comments are closed.