Fanny, Satu-satunya Wanita Pemelihara Keypoint di PLN UP2D Jateng dan DIY

Fanny melakukan pemeliharaan Keypoint

SEMARANG – Tidak banyak kaum perempuan yang terjun menjadi petugas lapangan pemeliharaan jaringan listrik khususnya untuk pemasangan dan pemeliharaan Keypoint.

Selain karena pekerjaan tersebut tidak mudah dan dibutuhkan keahlian khusus, pekerjaan itu juga memiliki resiko tinggi.

Sebagian kaum hawa mungkin akan berfikir berkali-kali untuk menerima pekerjaan tersebut, namun tidak demikian bagi Henna Refanny Nelly.

Wanita yang akrab disapa Fanny ini, justru menjadikan pekerjaan yang lebih didominasi oleh kaum laki-laki itu menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Fanny bahkan menjadi wanita satu-satunya di PT PLN (Persero) UP2D Jawa Tengah dan DIY yang bertugas melakukan pemeliharaan jaringan dan pemasangan Keypoint. Tak main-main Fani bertugas di bagian pemeliharaan jaringan 20 kV.

Dalam kegiatan sehari-hari Fanny bertugas memelihara Keypoint yang terpasang. Keypoint tersebut digunakan untuk mempercepat recovery apabila terjadi gangguan sehingga pelanggan tidak merasakan padam atau padam yang terlalu lama.

“Saya merasa bangga menjadi bagian dari penjaga keandalan sistem di Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta,” ungkap ibu satu anak ini.

Fanny mengatakan, ia bertanggungjawab jika ada keypoint yang rusak. Dirinya harus melakukan perbaikan supaya tidak terjadi pemadaman listrik terlalu lama.

“Jika ada keypoint yang rusak saya bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan bahkan sampai harus berada di ketinggian ” cerita Fani.

Meski dirinya menjadi wanita satu-satunya yang bekerja di bidang tersebut tidak lantas dirinya mendapatkan perlakuan istimewa.

Menurut dia, PLN UP2D Jateng dan DIY sangat menjunjung tinggi kesetaraan gender sebagaimana Kesetaraan antara perempuan dan laki laki yang gerakan oleh Pahlawan  RA Kartini.

Dalam menjelani pekerjaannya, Fanny mengaku, memiliki tantangan tersendiri, karena pekerjaannya di seksi proteksi dibutuhkan konsentrasi yang tinggi karena mencakup pengamanan sistem, peralatan dan lingkungan. Selain itu juga harus bisa manage waktu pekerjaan dengan baik.

Tak jarang, dirinya harus berada di ketinggian untuk melakukan perawatan ataupun perbaikan Keypoint.

“Karena fungsi peralatan cukup penting dalam operasi distribusi baik sebagai pemutus gangguan (meminimalisir jumlah padam) juga sebagai alat untuk mempercepat evakuasi beban padam akibat gangguan,” ucapnya.

Tantangan lain adalah, pekerjaanya tersebut tidak mengenal waktu, karena ganguan listrik bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dirinya harus siap 24 jam, jika ada ganguan.

“Karena hanya ada tiga orang termasuk saya yang memiliki keahlian pemeliharaan keypoint itu, jadi kalau ada apa-apa harus selalu siap,”tandasnya.

Comments are closed.