Farida Rachmawati, Hikmah di Balik Keterpaksaan

Farida Rachmawati Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Farida Rachmawati
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

 

METROSEMARANG.COM – Setiap orang pasti mempunyai bakat terpendam pada dirinya, tapi tidak semuanya mengerti bagaimana cara menggali potensinya tersebut. Begitu juga dengan Farida Rachmawati, yang sempat kurang yakin dengan bakatnya di bidang jurnalistik, hingga akhirnya bisa terus berkaya tanpa merasa terpaksa.

Awalnya, Ida, sapaan akrabnya, hanya iseng-iseng bergabung di organisasi pers kampus  LPM MISSI, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang bersama teman-temannya. Namun, saat teman seangkatannya gugur di tengah jalan, Ida pun mencoba bertahan.

Suatu ketika, dia mendapatkan tugas dari dosen untuk membuat karya fiksi berupa cerita anak. Dari sinilah ‘karir’ menulisnya dimulai. Karena tuntutan, tugas tersebut harus dikerjakan untuk mendapatkan nilai.

“Tuntutan dari kelas, karena jurusan saya komunikasi. Di LPM MISSI ditempatkan di devisi sastra jadi malah terpaksa,” terangnya saat ditemui di kosnya, Perum Bank Niaga, Ngaliyan, Jumat (30/10) malam.

Dari keterpaksaan itu, Ida mulai memelajari cara-cara penulisan karya fiksi. Dia juga mulai banyak membaca karya orang lain yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Alhasil, cerpen yang awalnya dibuat untuk tugas kuliah, dia kirimkan ke media umum dan dimuat hingga dua kali.

Merasa tertantang, Ida pun terus mencoba menulis karya yang lain seperti artikel, berita (jurnalisme warga), hingga dia sering diundang teman-temannya untuk menjadi pembicara pada diskusi di lingkup kampus.

Gadis asal Pati kelahiran 8 Juli 1991 ini pun merasa sangat terbantu beban kuliahnya karena aktif di organisasi pers kampus. Tugas-tugas kuliah terasa ringan karena kegiatan jurnalistik, diskusi, dan berorganisasi linier dengan jurusan komunikasi yang diambilnya. Ida yang juga mahasiswa S2 di UIN Walisongo ini juga menyabet gelar mahasiswi terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi saat wisuda beberapa bulan kemarin. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.