Farisa Dian Utami, Kiprah Tanpa Pamrih untuk Kota

Farisa Dian Utami
Farisa Dian Utami

LOGO ulang tahun Kota Semarang ke-468 nampak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Logo karya Tri Aryanto itu panen pujian karena bagus secara desain dan cukup merepresentasikan kota.

Karya yang terinspirasi buah asem itu adalah pemenang dari Kado Untuk Semarang. Sebuah social movement yang memungkinkan setiap orang dapat berpartisipasi untuk kemajuan kota. Caranya dengan menyumbangkan kreasi desain logo berupa angka 468.

Selama 12 hari, gerakan ini berhasil mengumpulkan 136 logo dari 106 kreator. Ternyata antusiasme ahli grafis Semarang sangat bagus dan merekapun serius menggarap sumbangan logonya.

Menariknya, sosok di balik social movement Kado Untuk Semarang bukan anak desain grafis. Dia adalah gadis yang baru berusia 23 tahun, baru lulus dari FISIP Undip Januari 2015 kemarin, dan sama sekali tidak jago desain grafis.

Namanya Farisa Dian Utami. Gadis kelahiran Semarang, 1 Maret 1992 inilah inisiator Kado Untuk Semarang. Gerakannya dilatarbelakangi kritik keras atas logo ulang tahun Kota Semarang ke-467.

Tak hanya mengumpulkan logo, Farisa juga pontang panting membujuk wali kota, panitia ultah Semarang, dan stakeholders lain. Tak lain, agar logo dari Kado Untuk Semarang ditetapkan sebagai logo resmi ultah Semarang.

Salut untuk Farisa yang sama sekali tidak menerima pamrih untuk kerja kerasnya. “Saya ingin membuktikan bahwa anak-anak muda Semarang tidak hanya bisa mengkritik, tapi juga bisa memberi sumbangan untuk Semarang,” tutur anak kedua dari dua bersaudara ini.

Tapi kiprah Farisa untuk Semarang bukan hanya itu. Sebelumnya bersama teman-temannya di FISIP Undip, ia menggelar Plesir Maerakaca pada akhir 2013 lalu.

Ia mengajak ratusan anak muda berkeliling 35 anjungan di taman mini Jawa Tengah itu. Menurutnya, Puri

Maerakaca merupakan destinasi wisata unik di kawasan PRPP Semarang. Sayangnya, beberapa tahun terakhir ini meredup dan kalah popular dibandingkan wisata lain.

“Plesir ini bertujuan memperkenalkan dan meramaikan kembali Puri Maerakaca,” kata cewek yang pernah magang di Kibar Kreasi, Jakarta, ini.

Farisa kini juga dipercaya menjabat Koordinator Rembugsocmed Semarang. Sebuah forum yang beranggotakan admin-admin sosial media. Mereka berupaya mempromosikan kota dan mereview fenomena aktual melalui diskusi bulanan dengan komunitas di Semarang. (byo)

You might also like

Comments are closed.