Febriana Nuralya: Dukung Trans Studio asal Tidak Gusur TBRS

Febriana Nuralya Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Febriana Nuralya
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

WACANA pembangunan Trans Studio di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) memunculkan pendapat beragam dari berbagai kalangan. Pun dengan Febriana Nuralya, yang mengaku punya banyak kenangan dengan kawasan wisata budaya yang berada di Jalan Sriwijaya itu.

Hal itu dirasakan karena pengalamannya saat menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro (Undip). Public Relation E-Plaza ini memang pernah berkecimpung di organisasi kesenian, yakni Teater Emka. “Saya angkatan 2006. Dulu kalau latihan biasanya di TBRS, pas pentas juga,” katanya kepada metrosemarang.com, Rabu (11/3).

Menurut dia, rencana pendirian Trans Studio di Kompleks TBRS (Wonderia) tersebut terkesan mendadak, sehingga masih perlu adanya pengkajian ulang dan sosialisasi yang matang oleh pemerintah kota Semarang. “Banyak orang yang tidak tahu soal program pembangunan itu, tiba-tiba sudah ramai di media,” tambah Mahasiswi Magister Komunikasi Undip itu.

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia entertainment, gadis yang intim disapa Ayik ini mengaku setuju jika ada Trans Studio di Kota Semarang. “Setuju-setuju saja karena itu sangat mendukung perkembangan bisnis hiburan seperti E-Plaza. Tapi jangan gusur TBRS, hanya di Wonderia aja,” tambahnya.

Memang tak banyak yang bisa Ayik lakukan jika nantinya TBRS benar-benar tergusur. Namun gadis kelahiran Semarang 28 silam ini berharap pemerintah kota lebih bisa bijak dalam mencari solusi masalah ini. “Saya yakin Pak Wali Kota Hendrar Prihadi memiliki jiwa pemimpin yang bijaksana, sehingga beliau bisa memberi solusi yang pas,” harapnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.