Februari 2015, Hendi Janji Bangun Mushola di Pasar Bulu

Wali Kota Hendrar Prihadi di acara tasyakuran bersama pedagang Pasar Bulu. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Wali Kota Hendrar Prihadi di acara tasyakuran bersama pedagang Pasar Bulu. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memimta maaf kepada para pedagang Pasar Bulu karena proses pembangunan yang meleset dari target. Dalam pembangunan Pasar Bulu, pemkot membutuhkan waktu selama tiga tahun. Selama itu pula para pedagang yang semula berdagang di pasar terpaksa direlokasi sementara di jalanan.

Menyadari hal itu, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi secara terbuka meminta maaf pada segenap pedagang di Pasar Bulu. Permintaan maaf itu langsung dijawab para pedagang dengan cara memaafkan dan memaklumi pembangunan yang cukup memakan waktu tersebut.

“Di sini para pedagang ditarik iuran? Sudah nyaman?” tanya Wali kota pada pedagang. Hendrar Prihadi ingin memastikan tidak adanya pungutan untuk para pedagang yang akan menempati Pasar Bulu.

Pasalnya, Pemkot Semarang menganggarkan pembangunan Pasar Bulu dengan APBD sebesar Rp 45 miliar dan tidak melibatkan investor. “Kalau saya melibatkan investor, saya takut nanti pedagang di sini akan ditarik iuran dan sebagainya,” kata Hendi, sapaan akrab Wali kota Semarang.

Dalam dialog singkat tersebut, Wali kota mendapat usulan terkait kelengkapan sarana di Pasar Bulu, yaitu tidak adanya mushola. Mendengar keluhan tersebut, Hendi langsung berjanji pada Februari 2015 mendatang akan dibangun mushola di tiap lantai Pasar Bulu. (ade)

You might also like

Comments are closed.