Final Batal Lagi, Polda Jateng Cup Terancam Tanpa Juara

Kerusuhan suporter di Stadion Jatidiri, Sabtu (4/7), membuat nasib turnamen Polda Jateng Cup makin tak jelas. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa
Kerusuhan suporter di Stadion Jatidiri, Sabtu (4/7), membuat nasib turnamen Polda Jateng Cup makin tak menentu. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Final Polda Jateng Cup 2015 antara PSIS kontra Persis lagi-lagi harus tertunda lantaran terganjal izin keamanan. Penundaan ini membuat nasib turnamen semakin tidak jelas dan terancam berakhir tanpa pemenang.

Lanjutan final leg pertama yang terhenti di menit 26, sedianya kembali digulirkan pada Senin (27/7) besok di Stadion Jatidiri. Namun, sampai hari ini (26/7), pihak keamanan belum memberi restu untuk digelarnya pertandingan yang harus tertunda gara-gara kerusuhan suporter.

Pujianto, Ketua Panpel PSIS memastikan bahwa laga besok batal digelar. Pihaknya tidak berani berpekulasi untuk memaksakan tetap menggelar pertandingan, sekalipun tanpa penonton.

“Izin sudah kami ajukan, tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Di waktu yang singkat, kami tidak berani menyiapkan pertandingan untuk besok dengan atau tanpa penonton,” kata dia, Minggu (26/7).

Ketua Panitia Aam Ichwan juga bisa memaklumi bila Panpel PSIS belum siap menggelar laga. Apalagi ada kabar Presiden Joko Widodo akan ke Semarang pada 29-30 Juli, sehingga kepolisian akan terkonsentrasi untuk melakukan pengamanan RI 1.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk meminta arahan bagaimana kelanjutan turnamen ini,” ujarnya.

Final Polda Jateng Cup sendiri sudah dua kali tertunda, setelah kericuhan di Jatidiri, Sabtu (4/7) silam. Final leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Sabtu (11/7) juga batal digelar karena tidak mendapat izin keamanan.

Lalu, pada pertemuan yang berlangsung di kompleks Stadion Citarum, Rabu (22/7), disepakati bahwa lanjutan leg pertama digelar Senin (27/7) di Jatidiri dan leg kedua di Manahan, tiga hari kemudian. Saat itu, panitia juga memertimbangkan keikutsertaan Persis dalam Piala Kemerdekaan yang sedianya mulai diputar 1 Agustus 2015 (belakangan mundur menjadi 2 Agustus).

Batalnya laga lanjutan leg pertama tersebut, panitia praktis hanya memiliki waktu sekitar 4-5 hari tersisa. Dengan jeda waktu yang sangat singkat tersebut, cukup sulit untuk menggelar dua kali pertandingan.

Namun, Aam masih mengupayakan turnamen bisa selesai dan menghasilkan pemenang. “Harapannya, kami dapat menyelesaikan turnamen ini dengan baik dan memunculkan juaranya. Jangan sampai terhenti di tengah jalan,” beber Aam. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.