Finalis NexDev Telkomsel Pulang Kampung Motivasi Daerahnya

nexdev telkomsel
Tim Tilangin, mempersentasikan programnya kepada GM Sales Telkomsel Region Jateng-DIY, Djony Heru Suprijatno dan GM External Corporate Communications Telkomsel, Deni Abidin. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Setelah terpilihnya 20 finalis  The NextDev Telkomsel 2015 yang dipilih dari sejumlah kota di Indonesia, kini saatnya para peserta pulang kembali ke kampung halamannya untuk mengembangkan program mereka.

The NexDev pulang kampung tersebut digelar di 10 kota asal para finalis, tak terkecuali Kota Semarang. Semarang didaulat menjadi kota ke empat The NexDev Pulang Kampung setelah Surabaya dan dua kota lainnya.

Bertempat di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro, NexDev Pulang Kampung bakal digeber dua hari berturut-turut yakni 29 februari dan 1 Maret 2016.

Sejumlah agenda kegiatan seperti sosialiasi ide dan hasil karya oleh para finalis dan  seminar “Smart City for Smart Generation” dengan topik seperti e-Tourism, e-Government, e-Education, e-Transportation dan/atau e-SME dipastikan berjalan menarik.

“Melalui NexDev Pulang Kampung ini, diharapkan para finalis bisa mengembangkan programnya dan memotivasi pemuda-pemudi di daerahnya untuk berkarya demi kemajuan daerah,” ucap GM External Corporate Communications Telkomsel, Deni Abidin di sela-sela kegiatan.

Menurut Deni, program NexDev juga merupakan program CSR Telkomsel sebagai wadah kepedulian terhadap publik khususnya generasi muda. “Banyak potensi muda, yang harus kita apresiasi. Ke depan diperkirakan ada 1000 program yang ikut di NexDev berikutnya. Kami ingin mencari solusi dari out of the box pemuda Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, tiga finalis terbaik NexDev 2015 beserta finalis tuan rumah dari tim Tilangin Semarang terlihat bersemangat memamerkan aplikasi berkonsep Smart City dihadapan ratusan pengunjung. Mereka juga terlihat fasih mempersentasikan program-program unggulan aplikasi mereka.

“Program kami Tilangin ini sengaja dibuat karena keprihatinan pelanggaran lalu lintas Kota Semarang yang cukup tinggi. Dengan ini, pelanggaran-pelanggaran tersebut dapat diakses dan memberi efek jera,” kata Ghani Affan Kautsar, CEO Tilangin, finalis 20 besar NexDev Asal Semarang. (yas)

You might also like

Comments are closed.