Firasat Buruk Anak Kapten Agung sebelum Heli Bell Meledak di Poso

METROSEMARANG.COM – Salah satu anak Kapten Agung Kurniawan rupa-rupanya sudah mendapat firasat buruk sebelum Helikopter Bell 412 EP Minggu sore meledak di Patiro Bajo Kelurahan Kasiguncu, Poso.

“Firasat sudah ada. Karena dari salah satu anaknya saat mendiang mau berangkat ke Bandara Ahmad Yani sempat bilang ayah mbok ya jangan tugas dulu. Lalu dijawab sama mendiang kalau enggak kerja nanti jajannya pake apa,” kata Ponimin, ayahanda almarhum sembari menirukan kata-kata cucunya itu, Senin (21/3).

Keluarga menunjukkan foto mendiang Kapten Agung. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Keluarga menunjukkan foto mendiang Kapten Agung. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Firasat itu, menurut Ponimin, muncul dua minggu sebelum almarhum berangkat ke Sulawesi. “Jadi dia dari Makassar sempat pulang ke Semarang lalu berangkat lagi ke Makassar. Itu kira-kira dua minggu lalu,” terangnya.

Ponimin bilang meski pihak keluarga merasa kehilangan almarhum, namun semuanya sudah mengikhlaskan kepergiannya. “Walaupun dalam hati menjerit tapi karena tugas negara, kami semua harus mengikhlaskannya,” pungkasnya.

Pantauan di rumah duka terlihat sejumlah tetangga dan koleh almarhum datang melayat sejak pagi. Almarhum merupakan pilot helikopter asli Semarang yang lama bergabung dengan Skadron XII. Ia meninggal dunia dalam usia 33 tahun.

Ia meninggalkan seorang istri, Tri Ardiati serta tiga anaknya masing-masing Ridwan Fadli Kurniawan berusia 8 tahun, Oktaviani Kurniawan berusia 6 tahun dan anak bungsunya yang baru lahir lima bulan lalu bernama Anindya Sanum Kurniawan. (far)

You might also like

Comments are closed.