Fivekustik Ingin Rajai Hotel Semarang

IMG-20150409-WA0000

BAND Fivekustik, mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Kota Semarang pada umumnya. Namun di kalangan perhotelan, band asuhan manajemen Colaboration Art Semarang (CAS) ini bisa dikatakan sangat populer.

Ya, menurut Manajer CAS Bayu Santiko, kehadiran Fivekustik memang sengaja dirancang untuk bersegmentasi di kalangan perhotelan. Pun demikian, band dengan empat personel inti yakni

Ryan Sway (vokal dan kyboard), Dicky Lahh (vokal dan guitar), Adi (cajon), dan Ajie Katon Suryo (bass) ini mengusung genre akustik setiap penampilannya.

“Karena targetnya perhotelan, jadi kami memilih genre akustik. Dilain sisi lebih simple, aliran musik akustik juga tidak berisik, romantis, dan enak didengar,” ujarnya kepada metrosemarang.com, Rabu (8/4).

Bersegmentasi di kalangan perhotelan, Bayu mengaku memang memberi keuntungan tersendiri bagi Band Fivekustik. Meski baru terbentuk pada November 2014 lalu, band ini sudah mulai merajai perhotelan di Semarang.

Bisa dijumpai setiap Kamis malam, Fivekustik rutin menghibur para pengunjung di salah satu hotel ternama di Semarang, yakni Hotel Dafam. Setiap Jumat dan Sabtu, aksinya bisa ditemui di Hotel Patra Jasa.

“Fivekustik juga sering menjadi bintang tamu di event – event besar di beberapa hotel Semarang, tapi sementara ini yang rutin baru dua hotel. Pinginnya kedepan bisa merajai hotel di Semarang,” tambah Bayu.

Kendati demikian, lanjut Bayu, improvisasi para personel sangat dibutuhkan karena mengingat para tamu hotel yang beragam karakter. Sehingga Fivekustik dituntut untuk menguasai berbagai macam lagu.

“Tamu hotel kan dari muda hingga tua, request lagunya kadang aneh dan harus dituruti. Jadi butuh improvisasi personel yang baik, karena prinsip kami mengecewakan tamu itu nilai minus,” imbuhnya. (ans)

Comments are closed.