Gabung Gafatar, Wanita Hamil Ini Menetap Dua Tahun di Kubu Raya

eks gafatar

METROSEMARANG.COM – Seorang wanita hamil tampak terduduk lesu di bangku lantai dua terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ia jadi salah satu bekas pengikut Gafatar yang dipulangkan pada Rabu (27/1) malam, dari Pelabuhan Ketapang Kalimantan Barat.

Di Pelabuhan Tanjung Emas, perempuan yang menolak disebutkan namanya ini ditemani oleh sang suami saat mengantre untuk mengisi data diri. “Saya sudah dua tahun tinggal di Kubu Raya,” katanya.

Ia mengakui rela meninggalkan kampung halamannya di Purbalingga agar bisa bertani dengan sang suami di Kubu Raya. Selama dua tahun itu pula ia mengaku senang berada di sana.

“Kita enak kok bertani di sana. Lahannya luas bisa bersama-sama dengan orang banyak,” tambahnya.

Sementara sang suami, Wijiono menambahkan dirinya pindah ke Kalimantan demi mencari peruntungan yang bagus untuk menghidupi istrinya. “Saya dulu pedagang lalu saya lihat di Kalimantan banyak pertanian maka saya pindah ke sana. Saya bertani di lahan 1 hektar bersama orang banyak,” tutupnya.

Kendati demikian, begitu dipulangkan ke Jawa Tengah lagi, ia mengaku tak tahu harus tinggal dimana. “Sudah enggak ada rumah. Kalau mau kembali ke sana (Kubu Raya) siapa yang membiayai?,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.