Gadis Kendal Dihabisi di Purwodadi, Jasadnya Dibuang di Jatibarang

Proses pencarian jasad Sekar di Jatibarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Proses pencarian jasad Sekar di Jatibarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Tim kepolisian gabungan  anggota Polres Kendal dan anggota Polda Jateng masih terus melacak jejak hilangnya Sekar Maharani, bocah perempuan berusia 13 tahun warga Boja Kendal yang hilang misterius, sejak sebulan lalu. Polisi menyisir kawasan Gua Kreo dan Waduk Jatibarang, Senin (7/9).

Seorang pria berinisial SL (20) yang diduga kuat menjadi dalang di balik hilangnya Sekar juga dilibatkan dalam pencarian ini. Diduga Sekar telah menjadi korban pembunuhan dan jasadnya dibuang di sekitar Waduk Jatibarang.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 09.00, SL digelandang petugas ke kawasan wisata Gua Kreo atau Waduk Jatibarang. Pemuda tersebut diminta menunjukkan lokasi di mana pengakuannya jasad Sekar Maharani dibuang dan dikubur di sebuah semak-semak pekarangan, di tepi Waduk Jatibarang bagian barat.

Dalam pencarian tersebut, aparat kepolisian juga dibantu oleh sejumlah warga sekitar dengan menggali tanah secara manual menggunakan cangkul, namun hingga pukul 14.00, jasad Sekar juga belum ditemukan.

“Tadi ada empat titik lokasi di sekitar Waduk Jatibarang. Pencarian dimulai pukul 09.00, hingga pukul 14.00, korban belum berhasil ditemukan,” kata Nasikun (44) salah seorang warga yang ikut dalam proses pencarian.

Menurut Nasikun, berdasarkan keterangan tersangka  yang disampaikan petugas kepolisian, korban dikuburkan di sebuah pekarangan dan diberikan dua patok kayu bambu. “Namun setelah dilakukan pencarian tidak ada mayat di lokasi pekarangan tersebut. Dua patok itu sudah dibawa oleh anggota kepolisian,” imbuhnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, terkait kronologi kasus tersebut secara detail.

Informasi yang dihimpun, Sekar Maharani diduga dibunuh sejak tanggal 10 Agustus 2015 lalu. Usai diculik, korban dibunuh di daerah Purwodadi, lalu jasadnya dibuang dan dikuburkan di daerah Gua Kreo atau Waduk Jatibarang. Meski demikian, itu baru sebatas pengakuan salah seorang tersangka dari total tiga tersangka yang berhasil ditangkap.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan. “Doakan saja cepat terungkap,” kata dia singkat.

Senada dengan Liliek, Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko juga mengaku pihaknya  masih melakukan penyelidikan. Namun mengenai detail kasus itu seperti apa, ia juga belum berkenan memberikan keterangan.

“Tim sudah dilapangan. Nanti saja kalau sudah jelas. Ini kan baru pengakuan-pengakuan. Nanti kita sampaikan utuh,” kata Widi. (yas)

You might also like

Comments are closed.