Gagal Jadi Mantu Bupati, Suminten Gila di Depan Ganjar

METROSEMARANG.COM – Peringatan Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-66 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (16/3) seketika berubah jadi ger-geran. Seorang wanita gila tiba-tiba menyeruak ke depan barisan tamu VIP, dimana di situ duduk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Noor Ali, dan jajaran bupati/wali kota se-Jateng.

Begitu tiba, wanita bernama Suminten yang mengenakan kebaya biru itu langsung mengalungkan selendang merah kepada Bupati Pati Hariyanto. Bupati yang kaget lalu berdiri dan mengikuti apa mau Suminten. Ternyata Bupati diajak menari.

Bosan dengan Bupati, Suminten meninggalkan begitu saja lalu berjalan menuju Ganjar Pranowo. Selendang merahnya juga dikalungkan ke leher Ganjar yang terkaget-kaget. “Kowe sopo, iki etok-etok edan opo edan tenan?” kata Ganjar.

Salah satu adegan Suminten Edan dalam peringataanHUT ke-66 Satpol PP Jawa Tengah, Rabu (16/3). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Salah satu adegan Suminten Edan dalam peringataanHUT ke-66 Satpol PP Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (16/3). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

Suminten tak menyahut. Ia malah memanggil Ganjar dengan nama kekasihnya. “Kakang Subroto, wah buagus tenan Kakang Subroto,” teriak Suminten.

Ya, itulah sepenggal lakon Suminten Edan yang dimainkan Ketoprak Sapta Mandala dari Gembong, Pati.‎  Adegan dengan Ganjar adalah improvisasi dari Suminten untuk lebih menyemarakkan suasana.

Dan dia berhasil membuat ratusan orang merubung serta tertawa terbahak-bahak. Kapolda Jateng lebih-lebih, ia  mengambil uang seratus ribuan dan memberikan pada Ganjar untuk disawerkan pada Suminten. Karuan saja Suminten sumringah dan lebih ngedan. Ia mengucapkan terimakasih dengan gerakan seolah-olah memeluk dan mencium pipi kanan dan kiki Sang Gubernur.‎

Suminten Edan merupakan cerita rakyat dari Jawa Timur. Cerita bermula ketika Suminten akan dikawinkan dengan Subroto, putra Bupati Trenggalek. Tapi Subroto tidak mau, ia malah menikahi gadis pilihannya bernama Cempluk. Suminten yang kadung tergila-gila pada Subroto jadi gila betulan.

Gunaseca yang tidak terima anaknya dipermalukan pun marah. Ia menantang ayah Cempluk, Suramenggala, perang tanding. Gunaseca yang akhirnya kalah kemudian meminta pada Subroto agar anaknya dijadikan istri kedua.

‎Pemeran Suminten,‎ Kenes (28) mengaku spontan ketika mendekati Ganjar. Sebelumnya Ia belum pernah bertemu langsung dengan orang nomor satu di Jateng itu. “Awalnya sempat mikir, jangan-jangan nanti marah. Tapi kemudian saya yakin saja karena kata orang Pak Ganjar orangnya merakyat, lagipula memang peran Suminten kan gila jadi bebas mau apa,” kata dia.‎

Tapi Gadis yang sudah 15 tahun main ketoprak itu juga tak menyangka Ganjar bisa luwes menanggapi dialog-dialog ketopraknya. “Biasanya pejabat-paling ya diam atau tertawa. Tapi Pak Ganjar malah nambahi guyon jadinya tambah ramai adegannya,” tukasnya.

Peringatan Hari Jadi Hari Jadi Satpol PP dikuti ribuan anggota Satpol PP dari 35 kabupaten/kota. Setelah upacara dan hiburan ketoprak, digelar defile Satpol PP dan marching band.

Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo menekankan perubahan wajah Satpol PP menjadi lebih humanis dan mendekatkan diri pada masyarakat. “Satpol PP harus melayani masyarakat sebagai sahabat, tugasnya memberi pengertian tentang peraturan daerah yang berlaku, menunjukkan mana yang boleh dan tidak. Tunjukkan sikap yang bersahabat dan melindungi, kedepankan cara-cara persuasif,” katanya. (byo)‎

You might also like

Comments are closed.