Gagal ke Luar Negeri, Puluhan TKW akan Dipulangkan

Puluhan calon TKW ini akan dipulangkan ke daerah asal setelah gagal berangkat ke luar negeri. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Puluhan calon TKW ini akan dipulangkan ke daerah asal setelah gagal berangkat ke luar negeri. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Puluhan calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dievakuasi  ke Mapolrestabes dari tempat penampungan milik PT Tegar Sukses Abadi di Jalan Plamongansari Raya, Semarang, Rabu (17/12) kemarin,  rencananya akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Namun, sebelumnya mereka akan dikirim ke kantor BNP2TKI untuk didata.

Salah seorang calon TKW, Nur Hayati (19) mengatakan, ia senang bisa segera kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluarga. “Sudah e

mpat bulan. Tidak boleh keluar-keluar dan hanya boleh pakai handphone hari Sabtu atau Minggu,” kata warga Songgom, Brebes itu sesaat sebelum masuk ke angkot, Kamis (18/12) sore.

Menurut pengakuan Nur, selama empat bulan, ia berada di penampungan hanya diberi makan seadanya. Bahkan harus tidur di kamar dengan satu kasur yang berisi tiga orang.

“Makanannya kadang basi, terus juga sering dibawa ke rumah saudara pemilik penampungan untuk bersih-bersih, itupun gratis,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan calon TKW lain, Wiwid (23) asal Kemayoran Jakarta. Ia  justru sudah delapan bulan di penampungan dengan perlakuan yang juga tidak layak. “D

ijanjikan bulan Oktober lalu berangkat, namun kenyataannya sampai sekarang masih di sini,” ucap dia.

Ke 70 TKW tersebut mengaku senang akan pulang. Bahkan beberapa TKW terlihat berkumpul dan berfoto bersama menggunakan handphone di depan logo Polrestabes Semarang.

Sementara,  Ketua Asosiasi Penempatan Asia Pacific DPD Jawa Tengah, Heri Darman mengatakan dari kesepakatan Disnakertrans dan Kepolisian para calon TKI itu akan dipulangkan ke daerah masing-masing. “A

pakah mereka mau tetap diberangkatkan atau mau pikir-pikir dulu juga tidak apa-apa,” kata Heri.

Menurut Heri, hingga saat ini pengelola penampungan, H. Abdullah masih berstatus saksi. Heri menambahkan dugaan pelanggaran yaitu pemalsuan dokumen masih didalami kepolisian. Namun pihaknya tetap mengawal dan mendampingi penanganan kasus tersebut hingga tuntas. (yas)

You might also like

Comments are closed.