Gagal Panen, Petani di Demak Terpaksa Makan Nasi Aking

METROSEMARANG.COM – Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu nasib yang dialami petani di Desa Sayung Kabupaten Demak, yang sudah dilanda bencana banjir, sekaligus gagal panen. Bahkan, mereka terpaksa mengonsumsi nasi aking untuk bertahan di tengah kesulitan.

Petani di Demak terpaksa makan nasi aking karena sawahnya gagal panen akibat terendam banjir. Foto: metrojateng.com

Banjir dari luapan Sungai Dombo sudah menggenangi permukiman hampir tiga pekan terkakhir. Bahkan, lahan pertanian padi juga ikut terendam. Akibatnya, roda perekonomian warga setempat macet.

Sedikitnya 40 hektare lahan pertanian padi di Desa Sayung mengalami puso. Untuk memenuhi kebutuhan, warga yang mayoritas petani terpaksa harus berhutang.

Dwi Ratno (42) petani Desa Sayung mengaku terpaksa mengonsumsi nasi aking. Sebab, tanaman padi miliknya mengalami puso. “Sudah dua minggu makan nasi aking, karena tidak punya uang,” paparnya.

Solekah, istri Dwi Ratno menambahkan bahwa harga nasi aking Rp1.500 per kilogram. “Satu hari habis satu kilogram nasi aking untuk keluarga. Nasi aking dimasak kembali dan makannya dicampur parutan kelapa. Sedihnya, anak saya tidak doyan. Semoga ada solusi supaya tidak banjir lagi,” tandasnya. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.