Gagal Promosi, PSPS Lirik Liga Singapura

METROSEMARANG.COM – Gagal lolos ke semifinal Liga 2 membuat PSPS Riau meradang. Kubu Askar Bertuah menuding wasit sebagai biang kegagalan mereka dan mengancam akan hijrah ke Liga Singapura.

PSPS Riau (putih) harus mengubur ambisi promosi ke kasta tertinggi. Foto: metrosemarang.com

PSPS butuh kemenangan atas PSIS Semarang untuk melaju ke semifinal saat melakoni laga terakhir Grup Y di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (21/11) malam.

Asa tersebut nyaris terwujud ketika Wahyu Kristanto mampu menjebol gawang Aji Bayu di menit 42. Jika skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan, maka PSPS bakal lolos sebagai runner up dengan poin enam.

Namun Herman Dzumafo cs gagal mempertahankan keunggulan setelah kapten PSIS Haudi Abdillah mencetak gol penyama di menit 71. Bahkan PSPS harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain karena Fiktor Pae dan Tegar Pangestu dikartu merah.

Kesialan PSPS makin lengkap setelah klaim penalti di penghujung pertandingan tak digubris wasit Saefudin. Mereka menganggap sapuan bek PSIS Safrudin Tahar di area terlarang mengenai kaki pemain PSPS.

Alih-alih mendapat penalti, tak lama kemudian wasit justru memutuskan mengakhiri pertandingan. Sejumlah pemain dan offisial Askar Bertuah kemudian sempat memburu pengadil lapangan begitu peluit panjang dibunyikan.

“Saya sudah sejak tahun ’90 pegang tim dan masalahnya masih itu-itu saja (wasit). Bagi kami pertandingan belum selesai, tapi kenapa wasit malah lari, ada apa? Kalau seperti ini terus kapan sepakbola Indonesia bisa maju,” papar Alsitra, Asisten Manajer PSPS saat sesi jumpa pers usai pertandingan.

“Jarak Riau dekat dengan Singapura, kami akan pindah ke Liga Singapura, kalau protes tidak digubris PSSI,” ketusnya.

Klaim penalti kubu PSPS sebenarnya juga masih bisa diperdebatkan karena situasinya fifty-fifty. Sekilas tekel Safrudin Tahar terlihat mengenai bola dan kaki pemain PSPS. Wasit kemudian memutuskan mengakhiri pertandingan di menit ketiga injury time dari dua menit yang seharusnya.

Sementara, pelatih PSPS Marwal Iskandar tetap memuji performa anak buahnya, sekalipun kecewa dengan kinerja wasit.

“Keputusan wasit banyak yang merugikan kami. Tapi, bagaimanapun saya bangga dengan pemain saya. Mereka sudah berjuang maksimal, namun hasilnya seperti ini. Saya minta maaf pada masyarakat Riau karena belum bisa membawa PSPS lolos,” ucapnya.

Hasil seri membuat PSPS hanya menempati peringkat tiga di klasemen akhir dan artinya harus menunda impian untuk promosi ke Liga 1 musim depan. PSIS yang sama-sama mengumpulkan empat poin unggul selisih gol dan berhak melaju ke semifinal mendampingi Persebaya Surabaya. (twy)

You might also like

Comments are closed.