Gagal Rampungkan Jalan Tlogosari Raya, Pemkot Blacklist PT HIT

Proyek peningkatan Jalan Tlogosari Raya belum dituntaskan oleh PT HIT. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Proyek peningkatan Jalan Tlogosari Raya belum dituntaskan oleh PT HIT. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Setelah melalui evaluasi pekerjaan peningkatan Jalan Tlogosari Raya, Dinas Binamarga Kota Semarang memasukkan PT Harmony International Technology (HIT) dalam daftar hitam (blacklist). Kepala Dinas Binamarga Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, PT HIT, hingga 31 Desember 2015 tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan nilai Rp 16 miliar itu.

“Capaian yang dapat dilakukan rekanan hingga akhir tahun 2015 yakni hanya sebesar 89 persen. Hal ini tentunya sangat merugikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Selain masuk daftar hitam, rekanan tersebut juga tidak menerima uang jaminan proyek senilai Rp 500 juta yang telah diserahkan ke Dinas Binamarga,” kata Iswar, Selasa (5/1).

Iswar menambahkan, pada 2016 Dinas Binamarga kembali menganggarkan Rp 20 miliar untuk melanjutkan tahap selanjutnya, yakni sisi kanan sungai di Jalan Tlogosari Raya dan sisa pekerjaan yang belum dikerjakan di tahap pertama.

“Sepanjang jalan Tlogosari baik dari sisi kanan atau kiri sungai akan dilakukan betonisasi dan penataan PKL sehingga akses jalan tersebut menjadi lebih baik. Jalan ini akan dibangun dengan konstruksi beton,” pungkasnya.

Pengerjaan peningkatan Jalan Tlogosari Raya sudah menjadi sorotan ketika PT HIT menjadi pemenang lelang pada akhir Juli 2015 silam. Diketahui sebelumnya bahwa Direktur PT Harmony International Technology, Handawati Utomo dan komisarisnya, Tri Budi Utomo ditahan dalam dugaan korupsi Kolam Retensi Muktiharjo.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto menyebut, pemerintah seharusnya melakukan evaluasi kepada penyedia jasa yang sudah memiliki rekam jejak yang kurang baik. Pemerintah juga seharusnya tegas memasukkan rekanan tersebut menuju daftar hitam.

“Kalau pemerintah memberikan keluasaan, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tentunya akan menurun,” kata dia, Rabu (19/8/2015).

Dia menyebutkan, sebenarnya tidak ada aturan yang melarang bagi penyedia jasa yang sedang tersandung kasus tidak bisa mengikuti lelang lagi. Namun secara moril, seharusnya pemerintah juga memasukkan penyedia jasa yang bermasalah ke dalam daftar hitam.

“Pemerintah jangan hanya melihat penyedia jasa yang menawarkan harga paling murah saja, namun juga melihat bagaimana hasil kinerjanya selama bekerjasama dengan pemerintah,” ungkap politisi PAN ini.

Dalam proyek peningkatan Jalan Tlogosari Raya, PT HIT menjadi pemenang lelang dengan penawaran Rp 15,993 miliar dari pagu anggaran Rp 16,24 miliar. Sesuai jadwal yang tertera di LPSE Kota Semarang, pengumuman pemenang lelang sudah dilakukan pada 28 Juli 2015 dan tanda tangan kontrak pada 6-10 Agustus. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.