Gaji Lima PNS Pemprov Jateng Dipotong karena Bolos

METROSEMARANG.COM – Meski telah diwanti-wanti untuk tidak bolos di hari pertama kerja usai libur Lebaran, tapi tetap saja ada yang bandel. Lima pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Jateng akhirnya mendapat hukuman potong gaji.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, disiplin pegawai menjadi perhatiannya pada hari pertama ini. Ia menyatakan, pelaku indisipliner pasti dijatuhi sanksi sesuai bobot kesalahannya. “Kehadiran PNS pada hari pertama ini menjadi komitmen yang harus ditaati, yang ketahuan bolos ya pasti dihukum, sudah ada tabel hukumannya,” katanya, usai apel pagi di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Senin (11/7).

Apel pagi di halaman Gubernuran, Senin (11/7). Foto: metrosemarang.com/twitter @Sinoeng69
Apel pagi di halaman Gubernuran, Senin (11/7). Foto: metrosemarang.com/twitter @Sinoeng69

Perihal sanksi diungkapkan Sekretartis Daerah (Sekda) Pempov Jateng Sri Puryono. Bagi yang membolos, Pemprov akan memotong tunjangan tambahan penghasilan (TPP). “Tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) akan kami potong,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Jateng Arief Irwanto mengungkapkan, lima PNS tersebut tidak masuk kerja tanpa keterangan. Masing-masing dari Badan Penelitian dan Pengembangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Bakorwil 3, serta Rumah Sakit Jiwa Daerah RM Soedjarwadi.

“Kelima PNS itu akan dijatuhi sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS,” ujarnya.

Selain lima PNS yang membolos kerja, tercatat ada puluhan PNS di lingkungan Pemprov Jateng yang izin tidak masuk pada hari pertama kerja pascacuti Lebaran 2016. “Jumlahnya saya tidak tahu persis, tapi berkisar antara 40-60 PNS yang mengajukan izin tidak masuk kerja secara resmi di semua SKPD, ada yang sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting lainnya,” katanya.

Dalam apel tersebut, Ganjar saat menjadi inspektur upacara menceritakan kasus oknum Satpol PP yang diduga menjadi calo CPNS. Oknum tersebut adalah SP yang dilaporkan ke Mapolrstabes Semarang tanggal 3 Juni 2016 lalu terkait kasus penipuan calon PNS. Ganjar sudah beberapa kali memanggil SP namun tidak ditanggapi. Tapi SP kemudian datang sendiri ke rumah dinas gubernur.

“Tiba-tiba dia datang secara pribadi, dengan  enak hati mengatakan, ‘saya yang kemarin bapak panggil’. Saya jawab apa dia tidak mengikuti instruksi kepala dinas dia. Cuma senyum dan tanpa dosa dia. Semoga tidak menular,” kata Ganjar.

Ganjar menegaskan, SP merupakan contoh tidak baik dan sanksi internal serta hukum sudah siap menghadangnya agar bertanggung jawab. Itikad buruk SP yang tidak mengindahkan panggilan atasan juga tidak patut ditiru.

“Urusannya sudah begitu, bahaya. Proses di BKD dulu. Proses sudah berjalan tapi karena itikadnya buruk, ya ditambahi. Menurut saya ya dia  melecehkan institusi, karena dipanggil serius tidak datang,” tegasnya usai apel.

Untuk diketahui, SP dilaporkan oleh warga Semarang bernama Albertus Purwidyanto (51) karena tiga anaknya yang dijanjikan SP masuk PNS tidak kunjung ditepati. Padahal korban sudah menyetor uang ke SP sebesar Rp 350 juta sejak tahun 2014 lalu.

Gubernur Ganjar sudah menelusuri track record SP dan ternyata memang bermasalah sejak tahun 1994. Sanksi berupa pemecatan pun bisa diberikan kepada SP karena perilaku buruknya.

Usai apel, seluruh peserta melaksanakan salam-salaman dengan gubernur, Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, Sekda, dan pejabat teras Pemprov lainnya. Nampak  sejumlah kepala daerah turut hadir, di antaranya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan wakilnya Hevearita G Rahayu. (byo)

You might also like

Comments are closed.