Ganjar Ajak Anak Muda Semarang Aktif di Media Sosial

Gubernur Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2015 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (5/5). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Gubernur Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2015 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (5/5). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak anak-anak muda di Semarang untuk aktif di social media. Dengan jangkauan yang lebih luas, anak-anak muda bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi melalui socmed.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menjadi pembicara dalam Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2015 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (5/5). “Generasi muda itu jangan hanya bergerak di lingkungan sekitar, tapi lebih luas dengan media sosial yang ada. Abadikan setiap momen yang memang tidak sesuai dengan kaidah yang ada,” katanya.

Ganjar mengakui, dia mencoba terus mengupdate social media miliknya agar lebih bisa memantau apa yang kurang pas dalam kepemimpinannya, serta dapat segera beraksi membenahinya. Salah satunya dengan adanya portal yang dibangun bekerjasama dengan Udinus sebagai mitra kerja, di mana masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan dirinya.

“Dengan adanya EADC ini, kalian para generasi muda bisa mempersembahkan film dokumenter untuk mengabarkan fakta di lapangan. Agar makin banyak masyarakat yang tergugah untuk lebih memperhatikan keadaan negara kita, serta dapat merajut Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tegas Ganjar.

Selain Ganjar, diskusi kebangsaan itu juga menghadirkan mantan Deputi Pendidikan Lemhanas Laksda TNI Ir Leonardi, MSc, serta Rektor Udinus Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom. Sekitar 450 orang berpartisipasi dalam diskusi yang dipandu presenter Prita Laura tersebut.

Udinus diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah Roadshow EADC 2015 yang mengambil tema Merajut Indonesia. Kegiatan ini merupakan sosialisasi tentang pengumpulan berkas dan materi lomba untuk mereka yang ingin mengikuti EADC 2015.

Sebelum diskusi dimulai, para peserta disuguhi film-film dokumenter yang menjadi pemenang di EADC sebelumnya, seperti film ‘Dolanan Kehidupan’ pemenang EADC 2014 dan ‘Presiden Republik Abu-Abu’ pemenang EADC 2011.

Di akhir diskusi, Ganjar menawarkan pada para peserta untuk menggunakan Wisma Perdamaian sebagai tempat menggelar even seni kreatif setiap akhir pekan. Hal itu diharapkan bisa menjadikan Semarang dan Jawa Tengah lahir banyak seniman yang dapat memperkaya seni di Indonesia. (ans)

 

You might also like

Comments are closed.