Ganjar: Aksi Daffa Sama Saja “Ngampleng” Aparat

METROSEMARANG.COM – Daffa Farros Oktaviarto mengaku merazia pengendara motor pelanggar trotoar untuk menciptakan ketertiban. Ia mengeluhkan ketiadaan polisi di pos polisi dekat tempat tinggalnya.

Daffa dan Gubernur Ganjar Pranowo bertemu di Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Daffa dan Gubernur Ganjar Pranowo bertemu di Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

“Ada tendanya tapi tidak ada polisi, cuma mejanya saja,” kata Daffa kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Daffa bersama neneknya, Murti, bertamu ke rumah dinas gubernur, Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore.

Ia mengaku sudah 40 kali mencegat pengendara motor. Rekornya 40-0 alias selalu menang dan berhasil memaksa pengendara motor mundur untuk turun ke jalan. “Salah sendiri lewat trotoar,” katanya.

Semenjak aksinya booming di media, Ganjar mengaku melakukan moratorium. Hal itu dikarenakan ia mendengar janji polisi untuk menertibkan pengendara motor di trotoar. “Pak polisi janji menggantikan saya. Tapi kalau polisi bohong saya akan aksi lagi,” tegasnya.

Ganjar hanya manggut-manggut dan terkekeh-kekeh mendengar penuturan siswa kelas 4 SDN Kalibanteng Kidul 01 itu. “Kok kamu berani? Tidak takut ditabrak?” tanya Ganjar.

“Tidak, kan mereka yang salah,” tukas Daffa.

Kepada wartawan, Ganjar mengatakan, Daffa mengajarkan kepada kita untuk berlaku tertib lalu lintas dan menghormati pejalan kaki. Baginya, aksi Daffa adalah revolusi mental yang sesungguhnya.

Seorang wartawan bertanya apakah aksi Daffa merupakan otokritik bagi aparat yang lalai menjaga ketertiban umum. Ganjar menjawab, “Bukan, itu ngampleng (aparat),” tegasnya. (Anton Sudibyo)

You might also like

Comments are closed.