Ganjar Jamin Tak Ada Diskriminasi soal Batasan Tonase

Para awak truk merasa terancam dengan kebijakan yang diterapkan Gubernur Ganjar Pranowo terkait tonase dan penertiban galian c. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Para awak truk merasa terancam dengan kebijakan yang diterapkan Gubernur Ganjar Pranowo terkait tonase dan penertiban galian c. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, pembatasan kelebihan muatan sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda). Aturan itu tidak melihat siapa pelakunya, baik perusahaan besar maupun kecil tetap ditindak tegas.

“Semua masuk jembatan timbang, tidak kecil besarnya. Pokoknya kalau melanggar kita tindak tegas,” katanya, Senin (23/2).

Ganjar menanggapi aksi demo ratusan truk di depan gubernuran siang ini. Demo yang memblokir Jalan Pahlawan tersebut meminta Ganjar memenuhi tiga tuntutan mereka. Yakni menuntut pemberlakuan toleransi JBI 75 persen, meminta Pemprov Jateng mempermudah izin galian c, dan mengembalikan seluruh armada serta alat berat yang disita.

Demo tersebut berawal dari kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengaktifkan kembali jembatan timbang. Ganjar membuat sistem baru berbasis IT sehingga truk yang mengangkut muatan lebih dari 25 persen dari JBI (Jumlah Berat Diizinkan) tidak bisa lewat dan kena tilang.

Langkah ini diikuti penertiban penambangan liar baik pasir maupun galian c di sejumlah daerah. Sejumlah truk dan alat berat disita. Gubernur beralasan, penambangan liar merusak lingkungan dan hilir mudik truk yang kelebihan muatan menjadi penyebab kerusakan jalan.

Terkait tuntutan sopir untuk menaikkan batasan toleransi muatan menjadi 75 persen JBI (jumlah berat diijinkan), menurut Ganjar tidak mungkin. Sebab aturan pembatasan dari nol hingga 25 persen ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda). “Kalau mau ubah itu harus ubah perda dong. Harus proses politik,” katanya.

Lagipula, jika truk diperbolehkan melebihi muatan hingga 75 persen akan merusak jalan dan kendaraan. “Tidak bisa itu,” katanya.

Untuk persoalan galian C, menurut Ganjar, saat ini sedang dicari solusinya. Pihaknya tidak hanya menutup penambangan liar namun juga mencarikan titik penambangan yang diizinkan. Selain lokasi yang memenuhi syarat, penambang harus melaksanakan kegiatannya sesuai aturan. “Galian c kita carikan titik yang bisa. Baik tempat, cara nambangnya, cara ngangkutnya,” kata dia.

Sementara itu demo yang sudah berlangsung sejak pukul 10.00 belum ada tanda-tanda akan selesai. Pendemo ingin Ganjar keluar menemui mereka dan menolak audiensi di dalam ruangan.

Tapi menurut Ganjar, tidak akan ada titik temu jika pembicaraan dilakukan di luar. “Saya sudah undang mereka masuk perwakilannya. Negosiasi harus baik-baik, kalau teriak-teriak di jalan begitu gimana selesaikan persoalan,” katanya. (byo)

You might also like

Comments are closed.