Ganjar Pranowo Siap Investigasi Hukuman PSIS

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada pemain dan ofisial PSIS yang dituding terlibat dalam drama lima gol bunuh diri di Sleman, mengundang reaksi Gubernur Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini siap melakukan investigasi terkait hukuman yang dianggap tidak wajar tersebut.

“Banyak orang protes ke saya dan seolah-olah tidak ada yang mau mengambil sikap. Jika memang ada yang curiga hukumannya tidak pas, mari kita selidiki,” kata Ganjar, Selasa (25/11).

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Ganjar ingin bertemu dengan pihak-pihak yang menjadi ‘terpidana’ dalam kasus itu. Khususnya para pemain yang mendapat hukuman paling berat.

“Yang kita butuhkan adalah si pemain harus jujur. Saya menunggu mereka bicara dengan saya dan saya akan sediakan ruang untuk itu,” tandasnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Ganjar juga berjanji akan membantu memfasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tingkat pusat, jika dalam investigasi ditemukan ada ketidakberesan dalam hukuman yang dijatuhkan komdis. Hanya saja, mantan anggota DPR RI ini tetap tidak membenarkan adanya sepakbola gajah.

“Pemainnya harus disalahkan dulu, karena mereka yang malakukan. Setelah itu saya akan kejar agar mereka mau bercerita siapa yang menyuruh dan sebagainya. Kasus ini menjadi preseden buruk bagi sepakbola kita. Bagaimanapun, integritas juga harus ada dalam olahraga,” tegasnya.

Ganjar pun menantang kubu PSIS agar mau buka-bukaan terkait kasus yang mengancam karir para pesepakbola Jawa Tengah itu. “Saya membutuhkan mereka menjadi whistle blower. Yang saya tantang sebenarnya simple saja, berani buka-bukaan nggak. Kalau berani buka-bukaan, datanglah kepada Gubernur Jawa Tengah, ceritakan apa adanya dan saya akan urus sampai nasional,” ungkapnya.

Sesuai putusan Komdis PSSI yang dipublikasikan pada Kamis (20/11) itu, ada 24 personel PSIS yang menjadi terhukum. Manajer dan pelatih, serta empat pemain dijatuhi sanksi larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup. (*)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.