Ganjar Tolak Usulan Kenaikan Gaji Anggota DPR

Gubernur Ganjar Pranowo hadir dalam diskusi 'Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir' di Hotel Dafam Semarang, Senin (14/9) pagi. Ganjar menolak wacana kenaikan gaji Presiden dan anggota DPR RI. Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Ganjar Pranowo hadir dalam diskusi ‘Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir’ di Hotel Dafam Semarang, Senin (14/9) pagi. Ganjar menolak wacana kenaikan gaji Presiden dan anggota DPR RI. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak sepakat dengan wacana kenaikan gaji anggota DPR RI dan Presiden. Ia justru mengusulkan, dalam krisis ekonomi sekarang ini gaji DPR dan Presiden dikurangi.

Ganjar tidak setuju kenaikan gaji meski wacana itu dilempar oleh koleganya sendiri, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan. Trimeya mengusulkan gaji dinaikan  dari Rp 62 juta menjadi sekitar Rp 100 juta.

“Nggak lah, jangan. Pak Presiden kan sudah statemen mosok krisis ekonomi begini munggah gaji,” kata Ganjar, ditemui di sela-sela kegiatan Minggu (20/9) pagi di Semarang. Ganjar bersama warga Kelurahan Muktiharjo, kerja bakti membersihkan sampah di sekitar Sungai Banjir Kanal Timur.

Ganjar mengatakan, anggota DPR RI dan Presiden harusnya merasa malu. Sebab dalam kondisi krisis ekonomi saat ini ribut mewacanakan kenaikan gaji.

“Kalau saya ya malu rasanya bicara soal pendapatan individual karena krisis seperti ini. Malulah!” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Bahkan, Ganjar menantang dan menyarankan kepada anggota DPR RI dan Presiden untuk mengurangi gajinya. Selain sebagai bentuk empati pada masyarakat yang sedang susah, pengurangan gaji juga sebagai upaya penyelamatan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin hari semakin memburuk.

“Ya, kalau saya apa tidak dibalik. Kita kurangi gajinya karena kondisinya ekonomi begini,” ujarnya.

Nanti soal kenaikan gaji bisa dibahas lagi ketika kondisi ekonomi sudah membaik. “Nanti kalau kondisi ekonominya membaik nanti bisa diusulkan. Jangan menaikkan, kurangi saja!” tegas mantan anggota DPR RI dua periode itu. (byo)

You might also like

Comments are closed.