Ganti Rugi Terlalu Rendah, Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Tegang

eksekusi rumah untuk tol
Rumah milik Kasipan di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kendal terpaksa diratakan dengan tanah karena menolak menerima ganti rugi. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Eksekusi 86 bidang lahan yang terdampak tol Batang Semarang di wilayah Kendal, Senin (23/4) siang, ricuh. Warga bernama Kasipan bertahan di dalam kamar saat rumahnya hendak digusur. Polisi telah membujuknya untuk keluar rumah, namun ia menolak lantaran nilai ganti rugi yang menurutnya tidak sesuai dengan nilai rumahnya.

Petugas lantas membawa warga tersebut keluar rumah, dengan paksa, bersama istri dan anaknya. Suasana bertambah ricuh saat pemilik rumah berteriak melihat rumah di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel, Kendal itu diratakan dengan tanah.

Keluarga Kasipan telah menempati rumah tersebut selama puluhan tahun. Menurut Kasipan, nilai ganti rugi yang diberikan pemerintah terlalu rendah. “Rumah saya hanya diganti Rp 500 ribu per meter persegi. Padahal rumah lainnya ada yang diganti Rp 800 ribu per meter persegi,” katanya.

Ia juga belum mengambil uang ganti rugi yang sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal. Kasipan mengaku belum mempunyai tempat tinggal sementara. Ia akan bertahan di reruntuhan rumahnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tol Batang Semarang Tendi Hardianto mengatakan pihaknya mengajukan ke PN Kendal untuk mengeksekusi 86 bidang tanah yang ada di 10 desa. “Pelaksanaannya akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 April. Setelah selesai dibebaskan akan segera dibangun jalan tol,” ujarnya.

Panitera PN Kendal, Soedi mengatakan sesuai dengan permphonan, ada 86 bidang tanah yang harus dibebaskan. “Uang pengganti sudah diterima PN Kendal dan pemilik rumah bisa mengambilnya di Pengadilan Negeri Kendal,” kata Soedi.

Selain di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel, eksekusi sebuah rumah di Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong juga berlangsung tegang. Pemilik rumah tetap bertahan tidak mau meninggalkan rumahnya. Petugas yang membujuknya kewalahan dan terpaksa menarik pemilik rumah untuk keluar rumah. (MJ-01)

You might also like

Comments are closed.