Gara-gara Celana Melorot, Anggota Dewan Ini Dituduh Todongkan Pistol

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Anggota DPRD Jateng yang dituding menodong pistol pada operator backhoe teridentifikasi bernama Asfirla Harisanto. Pria yang akrab disapa Bogi ini membantah tudingan itu.

Menurut Anggota Komisi C itu, tudingan pekerja proyek memutarbalikkan fakta. Diceritakannya, kejadian pada Kamis (21/5) sekitar pukul 09.00 di belakang Swalayan Ramai, Manyaran, itu dilatarbelakangi proyek pembangunan di komplek rumah Bogi.

Proyek itu sekian lama dikeluhkan warga karena merusak jalan dan merugikan masyarakat. Warga sudah mengadu pada pimpinan proyek namun janji perbaikan jalan tidak pernah terealisasi.

“Karena itu saya menemui para pekerja dan meminta bertemu pimpinan proyek, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Bogi tegas membantah telah menodongkan senjata api ke sopir backhoe. Dikatakannya, saat menemui pekerja, ia memang membawa pistol air soft gun yang izinnya saat ini sedang diurus. Namun air soft gun itu sama sekali tidak ditodongkan pada pekerja.

Yang terjadi sebenarnya, celana panjang yang dikenakan Bogi melorot sehingga ia berusaha membenarkannya. Saat itulah air soft gun terlihat oleh pekerja yang diajaknya bicara.

Air soft gun itu mau saya berikan teman untuk diuruskan izinnya. Pas nemui pekerja itu, katokku mlotrok, nah terus tak unggahke. Mungkin ketok pendolane mburine tok, kok aku diarani ngacung-acungke pistol,” katanya.

Saat kejadian itu Bogi mengaku memiliki saksi mata yakni tetangga rumahnya dan sopir yang mengantarkannya. “Semua mengatakan tidak ada (penodongan pistol). Jadi ya jangan menuduh lah. Saya juga sudah klarifikasi ke polisi. Ini hanya masalah kecil yang informasinya putus di tengah-tengah jalan saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Ahmad Mukhlas (38), pekerja proyek mengadu ke Polrestabes Semarang. Warga Karangaji, Jepara itu mengaku ditodong pistol oleh seorang anggota dewan.

Mukhlas mengaku, saat itu sedang mengoperasikan alat berat untuk memindahkan tanah. Tanpa diduga, tiba-tiba datang seorang pria mengendarai mobil yang diparkir melintang tepat di depan pintu proyek.

Pria tersebut menghampiri Mukhlas sambil marah-marah dan menanyakan keberadaan mandor dan pemilik proyek. Belum sempat dijawab, dia mengambil pistol yang diduga jenis revolver dan langsung mengacungkan ke arah Mukhlas.

“Dia juga menyebut beberapa nama, tapi saya cuma tukang jadi tidak tahu nama-nama yang disebut itu siapa,” ujarnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.