Garam Langka dan Mahal, Pengusaha Ikan Asin Kelimpungan

METROSEMARANG.COM – Kelangkaan garam yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan sejumlah pengasin ikan di Tambaklorok Semarang mengurangi penggunaan garam. Bahkan mereka menurunkan penggunaan garam saat pengasinan ikan hingga 50 persen.

Pengasinan ikan di Tambaklorok terkena imbas kelangkaan garam. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Salah satunya Alimah, seorang penjual ikan asin di Tambaklorok mengaku harus menggunakan garam jauh lebih sedikit dibandingkan saat ketersediaan garam stabil. “Biasanya 3 kwintal ikan itu paling tidak dua sak (karung), ini ya cuman dikasih 1 sak saja,” ujarnya saat dijumpai metrosemarang.com, Rabu (26/7).

Ia juga mengatakan, satu karung garam berisi 45 kilogram yang ia beli seharga Rp 170 ribu di Jepara dengan mendatangi tempatnya langsung. Harga tersebut terbilang tinggi sejak sekitar empat bulan lalu, pasalnya jika ketersediaan garam stabil harganya hanya berkisar Rp 40-50 ribu saja.

Menurut Alimah, kelangkaan garam ini terjadi akibat buruknya cuaca yang terjadi beberapa bulan terakhir. Tingginya curah hujan serta cuaca yang tak menentu mengakibatkan pembuatan garam tersendat.

Pengasin ikan di Tambaklorok harus mengurangi pemakaian garam. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Selain itu, kenaikan harga garam juga berimbas pada harga ikan yang dijualnya. Seperti ikan Juwi kini harganya Rp 12 ribu sebelumnya hanya Rp 8 ribu saja, ikan Kempar kini harganya Rp 12 ribu, sebelumnya hanya Rp 8 ribu, dan ikan Teri kini seharga Rp 45 ribu atau naik sekitar Rp 3 ribu dibanding hari biasanya.

Alimah menambahkan, jika biasanya ia juga menjual garam karungan, kini garamnya hanya ia gunakan untuk keperluan pengasinan sendiri. Jika dalam sekali ambil biasanya habis dalam 1 bulan, kini ia perhemat dengan cara memakainya sendiri dan tidak dijual ke orang lain.

“Biasanya itu saya jual juga Mas garamnya, tapi ini pas lagi langka, harganya juga mahal jadi saya pakai sendiri dan tidak dijual,” imbuh Alimah.

Kini Alimah hanya bisa berharap ketersediaan garam segera kembali stabil, pasalnya jika kondisi ini terjadi berangsur-angsur bisnisnya akan terganggu. (fen)

You might also like

Comments are closed.