Gasak Rp 1,4 M, Komplotan Pembobol ATM Dibekuk

METROSEMARANG.COM – Jajaran Polrestabes Semarang meringkus komplotan pencuri uang senilai Rp 1,4 miliar di mesin ATM yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku merupakan oknum pegawai PT Advantage yang bertugas memerbaiki mesin ATM yang rusak.

Komplotan pembobol ATM diringkus Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Komplotan ini berjumlah tiga orang, yakni Ali Fatoni (28) warga Gasem, Pedurungan, Semarang, Bagus Adi Pratama (20), warga Sembung, Bojonegoro, dan Anik Evayanti (33) warga Karangduren, Tengaran, Kabupaten Semarang.

“Jadi pelakunya ada tiga, dua laki laki merupakan pegawai PT. Advantage yaitu perusahaan yang ditunjuk oleh pihak bank untuk memperbaiki ATM yang rusak,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, Selasa (24/10).

Abi juga mengatakan, dari ketiga tersangka itu mempunyai peranan masing-masing dalam melancarkan aksi kejahatan ini. Ali bertugas memonitor dari kantor mana saja mesin ATM yang dinyatakan bermasalah. Kemudian Bagus yang bertugas mengambil saldo yang ada di mesin ATM itu.

“Nah Bagus ini yang seharusnya membenahi mesin ATM yang bermasalah, tapi dia malah menggasak uang yang ada di dalam mesin ATM tersebut,” imbuh Abi.

Bagus bisa dengan leluasa melakukan aksinya lantaran setiap mendapat tugas untuk memperbaiki mesin ATM ia diberikan code untuk membuka mesin tersebut. Namun sembari memperbaiki mesin ATM tersebut Bagus justru menggasak uang yang berada di dalamnya.

Lalu setelah berhasil mendapatkan uang tersebut, kemudian ia bawa ke tempat tinggalnya yang kemudian dihitung bersama rekannya bernama Anik. Setiap kali beraksi, Bagus tidak mengetahui berapa jumlah uang yang dia ambil.

“Saya nggak tahu waktu ngambil ada berapa, saya bawa pulang lalu dihitung bareng sama Anik,” ujar Bagus.

Uang hasil curian tersebut kemudian disimpan di dalam speaker. “Mereka akhirnya ditangkap di Palembang karena bersembunyi di tempat saudara disana,” beber Abioso.

Bersama tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya hasil pembelian dari uang yang dicuri yakni dua unit mobil, dua sepeda motor, uang tunai Rp 430 juta dan Rp 16,3 juta yang diamankan secara terpisah, serta 4  buah ponsel.  Atas perbuatan tersebut, mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (fen)

You might also like

Comments are closed.