Gawat, Lesbian dan Biseks di Kendal Sulit Terdeteksi

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kendal kesulitan mendeteksi keberadaan penyuka sesama jenis, khususnya lesbian dan biseksual di wilayahnya. Belum adanya wadah atau komunitas yang menaungi mereka menjadi kendala.

Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kendal, Dewi Fatma Rusdiana mengatakan, lesbian dan biseks selama ini masih sembunyi-sembunyi. Kegiatannya juga tidak terpantau.

“Berbeda dengan kaum waria atau transgender. Kegiatan mereka bisa dipantau dan diketahui karena ada perkumpulannya di Kendal. Sama dengan waria, kaum gay di Kendal lebih terpantau lagi karena komunitas yang ada sudah membentuk wadah,” ujarnya, Rabu (2/3).

Dewi menjelaskan, jumlah kaum  LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender) di Kabupaten Kendal mencapai 180 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 30 waria dan 150 gay. Sedangkan untuk biseks  dan lesbian, hingga kini belum terdeteksi.

Ditambahkannya, selama ini keberadaan penyandang kelainan seks di Kabupaten Kendal terorganisir dengan baik. “Mereka memiliki organisasi, sehingga kegiatannya terdeteksi. Kami selalu menggelar kegiatan bersama, seperti melakukan sosialisasi bahaya AIDS, atau bakti sosial,” lanjutnya. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.