Gedung Balai Kota Semarang ‘Kobongan’

Simulasi pemadaman kebakaran di Balai Kota Semarang, Selasa (8/9). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Simulasi pemadaman kebakaran di Balai Kota Semarang, Selasa (8/9). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Tanpa diketahui sebabnya lantai IV Gedung Balai Kota Semarang terbakar, Selasa (8/9). Hal itu membuat asap mengepul menyelimuti ruangan yang ada di lantai IV tersebut. Melihat kejadian tersebut, saksi mata melapor ke Dinas Kebakaran Kota Semarang sembari memadamkan api yang masih kecil menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Namun usaha tersebut gagal dan api semakin membesar. Kemudian pipa hydrant yang berada di lantai IV digunakan petugas dari Dinas Kebakaran untuk menindaklanjuti usaha pemadaman api tersebut.

Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di gedung Balai Kota berhamburan menyelamatkan diri melalui tangga. Tak lama berselang, dua mobil pemadam kebakaran tiba di Balai Kota dan menyalurkan bantuan tambahan air melalui instalasi pipa yang berada di luar gedung untuk menyuplai air untuk digunakan di lantai IV.

Akhirnya, api berhasil dijinakkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran yang melanda Gedung Balai Kota Semarang. Ini merupakan rangkaian simulasi yang digelar untuk meningkatkan kewaspadaan serta menguji kelayakan alat keamanan proteksi kebakaran yang ada di Balai Kota.

“Simulasi ini untuk meninjau masih berfungsikah alat-alat keamanan seperti hydrant, alarm api, pipa-pipa dan lain-lain. Di samping itu, kesigapan PNS yang ada di Gedung Balai Kota juga diuji, apakah mereka sigap untuk segera menyelamatkan diri atau tidak,” ujar Kasi Operasi Dinas Kebakaran Kota Semarang, Supriyanto.

Dalam inspeksinya, Supriyanto menyebutkan bahwa alat keamanan kebakaran di gedung Balai Kota masih bisa digunakan. Dia menambahkan, latihan rutin atau simulasi seperti ini seharusnya digelar paling tidak dalam waktu enam bulan sekali. (ade)

You might also like

Comments are closed.